Hampir 2.000 Warga Mengungsi Akibat Banjir Kota Gorontalo dan Bone Bolango

Ajis Khalid - detikNews
Minggu, 26 Jul 2020 02:32 WIB
Lokasi Pengungsian di Bele Limbui Kota Gorontalo
Lokasi pengungsian di Bele Limbui, Kota Gorontalo (Ajis/detikcom)
Gorontalo -

Ratusan rumah warga di Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango terdampak banjir. Hampir 2.000 orang sudah menempati lokasi pengungsian sementara yang disediakan pemerintah. Hingga Sabtu (25/7) malam, air yang merendam ratusan rumah warga belum surut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo Sumarwoto menjelaskan banjir kali ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi di bagian hulu, tepatnya di Pinogu dan sekitarnya serta 5 anak sungai yang mengalir ke Sungai Bone.

"Selain curah hujan, juga akibat Sungai Bone banyak terjadi pendangkalan. Karena sungai tidak mampu menampung, air meluap ke kiri dan ke kanan perkampungan yang berada di bantaran sungai itu, sehingga menjadi banjir," kata Sumarwoto kepada detikcom, Sabtu (25/7/2020).

Dia menyatakan banjir kali ini merupakan yang ketiga kalinya sejak dua bulan lalu, yaitu Juni dan Juli. Sejak Sabtu siang, warga mulai mengungsi ke lokasi pengungsian yang disediakan pemerintah.

"Ini ketiga kalinya Gorontalo dilanda banjir, sama dengan yang lalu menimpa Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo. Air mengalir deras luapan dari Sungai Bone. Di Kota Gorontalo, air sudah masuk Kampung Bugis dan sekitarnya, kemudian masyarakat sudah mengungsi. Di pengungsian di Bele Limbui ada 507 orang, masih ada pengungsi lain, yaitu di gedung Nasional dan di SDN 41," jelas Sumarwoto.

Dia mengungkapkan saat ini tim gabungan Basarnas, BPBD, Tagana, dan TNI-Polri sedang mengevakuasi warga. Ketinggian air di rumah warga yang ada di sekitar bantaran Sungai Bone sekitar 1-2 meter.

"Kami sudah meminta warga korban banjir, bila ada tetangganya yang masih terjebak banjir, mohon segera melaporkan kepada tim yang melakukan evakuasi. Kami juga sudah meminta warga mengungsi dan kami arahkan ke beberapa tempat yang menjadi lokasi pengungsian," ungkap Sumarwoto.

Selanjutnya
Halaman
1 2