Round-Up

Kisah 5 Rumah Diblokade Tembok Tetangga dari Bintaro hingga Ponorogo

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 25 Jul 2020 22:02 WIB
rumah tertutup tembok
Foto: Rumah tertutup tembok tetangga di Ponorogo. (Charoline Pebrianti)

Rumah Warga di Pulomas

Warga Kampung Baru RW 07, Kayu Putih, kini kesulitan jika ingin bepergian melalui Jalan Pulomas Selatan, Jakarta Timur. Akses menuju Jalan Pulomas Selatan itu kini ditutup dengan tembok-tembok beton setinggi 2,5 meter.

Ada papan peringatan yang bertulisan 'Tanah ini milik PT NTF. Bagi yang tidak berkepentingan dilarang masuk atau melintas'. Akibatnya, warga terpaksa mengambil rute lebih jauh jika ingin ke Jalan Pulomas Selatan.

Anggota DPR dari Fraksi Hanura Nurdin Tampubolon mengaku selaku pemilik lahan kosong di balik tembok beton tersebut. Namun ia menampik jika dikatakan mempersulit warga terkait akses ke jalan raya.

"Itu benar Jalan MHT milik pemda dulu dan mereka tak ada kesulitan masalah akses, aman semua," ujar Nurdin saat dihubungi, Kamis (3/8/2017).

Lahan kosong tersebut, kata Nurdin, akan digunakan untuk perkantoran. Ia juga mengaku sudah mensosialisasikan kepada warga soal akses jalan

Rumah 3 Keluarga di Mojokerto

Rumah milik keluarga Sarmin (48)-Kasmiati (49), Kaslan (60)-almarhum Sutinah (50) mertua Sarmin, serta Kodisun (25)-Susiati (23) adik ipar Sarmin terisolasi akibat pembangunan fasilitas umum.

Rumah yang berlokasi di Desa Kalikatir, Gondang, Mojokerto, Jawa Timur, itu tidak memiliki akses jalan karena pemerintah desa membangun pagar setinggi lebih dari 1 meter mengelilingi lapangan bola voli. Pembuatan pagar ini justru menutup satu-satunya akses jalan bagi tiga keluarga di RT 3 RW 1 Dusun/Desa Kalikatir. Pagar tersebut dibangun pemerintah desa setempat pada April 2017.

Kondisi ini tak lantas membuat Sarmin sekeluarga pasrah. Bapak dua anak ini melayangkan protes mulai Pemerintah Desa Kalikatir, Camat Gondang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), hingga Ombudsman Jatim. Namun pagar tetap mengisolasi rumah mereka.

"Saat Ombudsman datang ke sini, Kades diberi waktu sebulan untuk membuka jalan bagi kami. Namun hingga tiga bulan berlalu, pagar tak dibongkar," terangnya.

Penjabat Kepala Desa Kalikatir Kusnadi berdalih pembangunan pagar lapangan yang menutup jalan Sarmin sekeluarga sudah menjadi kesepakatan warganya. Menurut dia, para korban penutupan jalan ini menolak saat diberi alternatif jalan yang lebih sempit. Mereka memilih melalui jalan lapangan yang merupakan aset Desa Kalikatir.

Pemerintah desa sempat membongkar tembok itu dan membuat pagar besi selebar 80 cm. Pagar besi itu sebatas untuk mengangkat jenazah. Kunci pagar besi akan disimpan pengurus karang taruna atau Pemerintah Desa Kalikatir.


(aan/idh)