Buron Interpol Kasus Penipuan Investasi di Amerika Ditangkap di Bali

Angga Riza - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 15:42 WIB
Polda Bali menangkap buronan interpol kasus penipuan investasi Amerika di Bali
Polda Bali menangkap buronan interpol kasus penipuan investasi Amerika di Bali (Foto: Anggariza/detikcom)
Denpasar -

Polda Bali yang bekerjasama dengan United State Marshal Service (USMS) menangkap buronan Interpol yang melakukan tindak pidana penipuan investasi US$ 500.000. Tersangka berinisial BM (50) kewarganegaraan USA.

Tersangka ditangkap oleh Polda Bali Kamis (23/7/2020) malam ditempat tinggalnya di Kerobokan, Bali. Tersangka ini melakukan kejahatan penipuan di Amerika dan kabur ke Bali.

"Yang perlu saya sampaikan sore ini adalah kita berhasil menangkap buronan tersebut dan saya akan melanjutkan kami kerjasama baik dengan hubinter baik dengan US Otority Base on standart Oppority Prosedur hukum yang ada di kita kemudian kerjasama antara negara yang berkepentingan dan tentunya juga untuk pemberitahuan kepada interpol karena kita juga bagian dari international police (Interpol)," kata Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose saat konferensi pers di Polda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Jumat (24/7/2020).

Tersangka melakukan penipuan investasi di Amerika Serikat dengan beberapa korban. Yang bersangkutan mengaku sebagai manager investasi namun uang dari korban digunakan pribadi sendiri.

"Jadi yang bersangkutan investasi menawarkan True internet di Amerika dan ada beberapa korban, jadi kasusnya adalah yang kita lihat dari ini kita masih dalam pendalaman karena harus dilihat dari kita tetapi awalnya yang diberi masukan awalnya lewat kami bahwa dia mengaku sebagai manager investasi kemudian orang menyampaikan dan ternyata duitnya tidak dibuat investasi tapi yang bersangkutan memakai sendiri," jelas Golose.

Golose menyebut tersangka datang ke Bali bulan Januari. Dan yang bersangkutan bertempat tinggal di Bali berpindah pindah sebanyak 7 kali untuk mengelabui petugas.

"Yang bersangkutan masuk ke Bali bulan Januari berpindah pindah tempat motor ganti beberapa kali tempat tinggal beberapa kali saya tidak sebutkan alamatnya. Dia masuk situ bayar terus keluar lagi sekitar 7 kali dia pindah tempat sehingga agak kesulitan kita mencari dengan identitas yang berbeda tentunya," ujar Golose.

(eva/eva)