KPAI soal Gadis SMP di Cianjur Diperkosa 7 Pemuda: Sedih Dengar Beritanya

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 06:39 WIB
Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati
Foto: Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati. (Roland-detikcom)
Jakarta -

KPAI merasa sedih mendengar adanya kasus seorang gadis SMP di Cianjur, Jawa Barat yang diperkosa tujuh remaja pria, dengan dicekoki minuman keras dan 'pil setan' atau obat terlarang hingga tak sadarkan diri. Kesedihan bertambah bagi KPAI, karena kasus ini terungkap tepat pada Hari Anak Nasional.

"Sebenarnya sedih dengar berita ini dan turut prihatin karena kasus ini terjadi pada hari anak yang seharusnya anak Indonesia terlindungi dan maju. Tapi justru ada anak yang mengalami kekerasan dari teman sebayanya," ujar Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati kepada wartawan, Kamis (23/7/2020).

Rita mengatakan kasus pemerkosaan terhadap anak perempuan yang dilakukan oleh lebih dari 1 orang membutuhkan upaya penanganan cukup rumit. Korban, kata dia, harus betul-betul dilakukan rehabilitasi secara maksimal.

"Untuk korban perlu mendapatkan rehabilitasi semaksimal mungkin. Sehingga trauma yang dialami kekerasan ini anak juga mengalami kondisi fisik yang lemah, ini situasi yang tidak mudah juga," ucap Rita.

Tak hanya menangani korban yang harus maksimal, para pelaku yang masih berusia remaja juga perlu pendampingan khusus. Menurutnya, jika pelaku masih di bawah umur dalam hal penerapan hukuman pidana harus dikedepankan sistem peradilan anak.

"Prinsipnya harus tetap mengedepankan sistem peradilan pidana anak, meskipun mereka pelaku yang menjadi korban dari situasi yang tidak tepat. Ini yang harus dikedepankan, jadi ada pendampingan hukum kepada pelaku juga dan hak-haknya dipenuhi," katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang gadis SMP di Cianjur, Jawa Barat diperkosa dan digilir tujuh pemuda. Sebelum disetubuhi, korban dicekokin minuman keras dan obat-obatan hingga tak sadarkan diri.

(fas/aud)