Kakorlantas: Keberhasilan Operasi Patuh 2020 Bukan Banyak-banyakan Tilang

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 00:07 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Istiono
Foto: Kakorlantas Polri Irjen Istiono (Tiara Aliya/detikcom)

Soal penegakan hukum dalam Operasi Patuh 2020, Istiono menyebut sifatnya akan tematik. Contohnya, lanjut Istiono, bila pelanggaran lalu lintas yang paling dominan di wilayah hukum Polda Metro Jaya adalah melawan arus, maka jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan mengumumkan jadwal kegiatan penertiban terkait pelanggaran lawan arus.

"Ini kita lakukan kemudian dalam hal penegakan hukum, konsepnya kita ubah. Kita umumkan dahulu, kita nanti sifatnya tematik di wilayah masing-masing. Katakanlah di Polda Metro Jaya ini pelanggaran apa paling dominan di sana? Misalnya lawan arus. Kita umumkan nanti jam sekian sampai jam sekian polisi akan lakukan penertiban lawan arus," terang Istiono.

Dia berharap dengan diumumkannya jadwal kegiatan penertiban tersebut, pengendara dapat mengantisipasi agar tak melanggar aturan. Namun jika pengendara tetap melanggar, maka penegakan hukum akan diterapkan sebagai langkah terakhir.

"Nah dengan diumumkan, dengan kita kasih jadwal demikian, masyrakat sudah bisa antisipasi. Kalau dia patuh, berarti tingkat kepatuhan cukup. Kita beritahu, dia sudah cukup, tidak perlu kita lakukan penegakan hukum. Tapi yang masih bandel, kita lakukan penegakan hukum. Saya pikir demikian lebih efektif, termasuk di wilayah lain-lain," jelas Istiono.

Oleh sebab itu, Istiono meminta jajaran satuan lalu lintas di tingkat polres juga membuat jadwal razia. Pengumuman dilakukan, tambah dia, salah satunya melalui media.

"Termasuk daerah lain, termasuk polres-polres. Saya minta polres buat jadwal kalau ada penertiban di ruas tertentu. Buat jadwal, diumumkan ke masyarakat supaya masyarakat sebelumnya sudah tahu pengumunan dari media ini bahwa jam sekian akan ada katakanlah razia penertiban tentang helm," sebut Istiono.

Halaman

(aud/aik)