KPAI Prihatin Dimas Sekolah Sendiri: Bias Kelas Sosial Kota dan Desa

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 21:31 WIB
Dimas Ibnu Alias, tetap bersekolah di tengah pandemi COVID-19. Pasalnya ia tak memiliki smartphone untuk menunjang kegiatan belajar online di rumah.
Dimas Ibnu Alias belajar sendirian di sekolah karena tak punya ponsel pintar (Foto: Arief Syaefudin/detikcom)
Rembang -

Komisi Perlindungan Anak Indonesai (KPAI) turut prihatin atas nasib seorang siswa kelas VII SMPN 1 Rembang Dimas Ibnu Alias tetap belajar sendirian di sekolah karena tak punya ponsel pintar (smartphone) untuk belajar jarak jauh di tengah pandemi Corona.

"KPAI menyampaikan keprihatinan atas nasib yang menimpa ananda Dimas yang tidak memiliki peralatan untuk belajar daring. Banyak Dimas Dimas lain di berbagai daerah di Indonesia yang mengalami kesulitan pembelajaran daring," ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, kepada detikcom, Kamis (23/7/2020).

KPAI mengkritik pendidikan jarak jauh (PJJ) pemerintah pusat yang dinilai tidak efektif dan efisien. Menurutnya ada bias kelas sosial yang terbentuk dari sistem pendidikan jarak jauh.

"KPAI menyimpulkan bahwa PJJ pada fase 1 berjalan tidak efektif/efesien, bias kelas sosial ekonomi, bias perkotan dan pedesaan serta bias Jawa dan luar Jawa," tutur Retno.

Retno meminta pihak SMPN 1 Rembang segera memetakan murid-muridnya yang tak memiliki sarana prasarana untuk menunjang pembelajaran secara online. Selain itu, ketidakmampuan siswa mengakses internet juga patut disoroti sekolah.

"Para guru harus dipersiapkan membuat modul pembelajaran bagi anak-anak yang tidak bisa daring selama PJJ," imbuh Retno.

Pemkab Rembang, kata Retno, harus memetakan sekolah-sekolah yang tidak mampu melakukan pembelajaran daring. Dengan begitu, setiap sekolah dapat mempersiapkan modul pembelajaran.

"Pemerintah (daerah) betul-betul memetakan daerah dan atau orang tua siswa mana saja yang tidak memiliki akses penuh terhadap gawai, laptop, komputer, kuota internet, termasuk daerah yang belum terlayani aliran listrik," imbuhnya.

Retno meminta pemerintah pusat untuk menggrastiskan internet selama sistem PJJ. Diharapkan, para siswa merasa nyaman belajar dan terhindar dari stres.

"KPAI merekomendasi agar pemerintah mengratiskan internet untuk PJJ fase 2 selama 6 bulan ke depan," tuturnya.

Sebelumnya, seorang siswa VII SMPN 1 Rembang Dimas Ibnu Alias tetap semangat berangkat ke sekolah saat teman-temannya sekolah daring di masa pandemi virus Corona atau COVID-19 ini. Pihak sekolah pun memaklumi dan mengizinkan Dimas belajar tatap muka karena tak punya ponsel pintar atau smartphone.

"Barangkali, bagi keluarganya, beras jauh lebih dibutuhkan daripada ponsel pintar dan kuota internet," kata Kepala SMP N 1 Rembang Isti Chomawati saat ditemui wartawan, Kamis (23/7).

(isa/imk)