Cerita Adamas Belva, Alumni Harvard & Stanford yang Peduli Pendidikan

Angga - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 11:01 WIB
Sasa
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Pendidikan merupakan hal terpenting untuk memajukan suatu bangsa, di Indonesia pendidikan masih terus perlu ditingkatkan agar menghasilkan SDM yang berkualitas. Pendidikan juga membuat seseorang dapat beradaptasi dan mengikuti perkembangan zaman.

Inilah yang dibahas oleh dua Entrepreneur Muda Putri Tanjung dan juga Adamas Belva Syah Devara dalam acara Ngobrol Sesudah Sore Vol.2 Bersama Sasa. Pada program ini juga akan didonasikan uang Rp 150 Juta kepada pihak yang dipilih oleh narasumber.

Dengan mengusung tema acara #GenerasiMikir, Sasa ingin generasi muda Indonesia mempunyai cara berpikir kreatif, kritis dan tidak mudah termakan pengaruh berita-berita negatif. Selain itu, Sasa juga mengajak generasi muda Indonesia untuk sama-sama memajukan bangsa lewat acara yang inspiratif seperti ini.

Mendatangkan berbagai narasumber yang mempunyai pengalaman di bidangnya, tentu makin menambah wawasan bagi yang menontonnya. Salah satunya Belva yang membagikan betapa pentingnya pendidikan untuk dirinya sampai saat ini.

Pada acara ini, Belva menceritakan kepada Putri Tanjung bahwa pendidikan berkualitas itu adalah sebuah hal yang dicari saat ini dan pendidikan menjadi tiket untuk meraih sukses dalam hidup. Dari situlah dirinya membuat aplikasi ruangguru 6 tahun yang lalu dengan tujuan memberikan pendidikan berkualitas kepada seluruh anak Indonesia.

"Gue beruntung mempunyai orang tua yang peduli dengan pendidikan. Jadi gue pengen pendidikan yang berkualitas ini dinikmati oleh seluruh siswa sehingga guru-guru dan materi-materi berkualitas itu bisa dinikmati oleh semuanya. Nah, berangkat dari situlah kita memulai bisnis startup yang berkelanjutan ini," imbuh Belva saat di acara Ngobrol Sesudah Sore Vol.2 bersama Sasa, Senin (20/7/2020).

SasaSasa Foto: Dok. Istimewa

Dididik di salah satu kampus di Singapura lantas tidak membuat Belva melupakan negara kelahirannya. Dia mengaku ingin memberikan dampak sosial dan berkontribusi bagi Indonesia. Menurutnya, negara-negara seperti Singapura dan Amerika sudah maju sehingga jika ia tetap berada di sana maka negara tersebut akan terus maju, beda halnya dengan Indonesia.

"Dulu memang habis lulus dari S1 dari Singapura itu ditawari kerjaan, dan itu gede banget gajinya. Tapi gue abis lulus itu balik ke Indonesia, karena berpikir ketika gue balik ke Indonesia, apapun yang gue lakukan itu dampak sosialnya itu bakal lebih besar," ujar Belva.

Dirinya pun mengakui tidak memiliki penyesalan kembali ke Indonesia, karena baginya datang ke tempat yang memiliki dampak sosial lebih tinggi lebih penting daripada uang.

"Karena gue berpikir gue beruntung, karena gue dapet beasiswa dari sekian banyak orang di Indonesia kenapa gue yang ke Singapura? Jadi gue berpikir kenapa gue memikirkan diri sendiri, jadi gue memilih kerjaan yang harus punya dampak sosial. Jadi dengan duit yang ada dan gaji gue itu udah cukup, dan gue ingin mengejar apa yang ada di hati gue dan itu adalah pendidikan," tuturnya.

Dirinya juga menceritakan bisa meraih beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di universitas bergengsi di dunia, tidak tanggung-tanggung 2 universitas besar menginginkan dirinya melanjutkan pendidikan yaitu Harvard University dan Stanford University. Menurutnya, itu merupakan goals pendidikan yang ingin ia capai, walaupun pada saat ingin masuk ke dua universitas tersebut penuh dengan perjuangan. Sampai-sampai salah satu bos di tempat ia bekerja sempat meragukan dirinya untuk masuk ke dua universitas tersebut.

"Karir dan pendidikan adalah 2 goals yang berbeda, jadi gue punya goals karier gue dan gue juga punya goals pendidikan gue. Jadi gue inget banget dulu itu lagi meeting, ada telpon dari luar negeri, dan tiba2 ada audio message kalo gue ternyata diterima," ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan dalam menjalani kehidupan mempunyai cara berpikir yang sistematis dan matematis sangatlah penting. Sebab, ketika menghadapi permasalahan besar akan bisa diselesaikan satu per satu.

"Buat anak SMP dan SMA pasti mikir buat apa sih belajar matematika, kalo yang gue bilang adalah matematika itu membuat kita berpikir secara matematis dan itu penting banget buat gue," ucap Belva.

Di sisi lain, Belva mengatakan penting juga untuk memiliki goals yang ingin dicapai.

"Memang susah tapi kalo emang misalkan mau ya nyemplung dulu ke sektor itu nanti bisa dinilai suka atau nggak. Karena nanti kalo udah nyemplung ada suka dan nggak sukanya, tapi ketika yang hal nggak disuka membuat lu tetap cinta ya disitulah goals lu," katanya.

Dirinya juga membagikan tips untuk bisa terus belajar, yaitu dengan berangkat dari sisi emosional terlebih dahulu. Cari tahu dulu, apa sisi emosional yang ingin dicapai bisa untuk membanggakan orang tua, adik, atau keluarga, dan salah satu untuk menggapai itu adalah dengan belajar.

"Kalo in general, gue bakal merasa gagal kalo gue udah merasa pintar. Jadi kalo misalkan gue pikir gue udah bisa nih, nah itu adalah bibit-bibit kegagalan. Jadi jangan meremehkan orang lain," pungkasnya

Masih banyak lagi obrolan menarik Putri Tanjung dengan Adamas Belva Syah Devara pada acara Ngobrol Sesudah Sore bersama Sasa ini mulai dari tips untuk memilih rekan bisnis yang pas hingga obrolan-obrolan lainnya yang tentunya dapat menambahkan wawasan untuk berpikir kreatif dan relevan dengan zaman.

Acara Ngobrol Sesudah Sore bekerja sama dengan Sasa ini pun sudah masuk ke season 2 setelah pada season 1 banyak warganet yang menginginkan Putri Tanjung mengadakan lagi acara ini. Dalam acara ini, narasumber bisa memilih pihak terdampak COVID-19 yang akan dibantu.

Acara yang disajikan secara live di Instagram Putri Tanjung setiap hari Senin ini masih tersisa satu episode lagi di minggu depan yang akan menghadirkan narasumber menarik lainnya. Nantikan Ngobrol Sesudah Sore bareng Putri Tanjung yang akan tayang setiap hari Kamis di detikcom.

(prf/ega)