Masjidil Haram Ditutup Saat Hari Arafah dan Idul Adha

Puti Yasmin - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 12:22 WIB
Dua masjid suci umat Islam, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan segera dibuka kembali di tengah pandemi Corona. Hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi umat islam di seluruh dunia.
Foto: Getty Images/Abid Katib/Masjidil Haram Ditutup Saat Hari Arafah dan Idul Adha
Jakarta -

Pemerintah Arab Saudi memutuskan menutup Masjidil Haram saat hari Arafah pada 9 Dzulhijjah dan Idul Adha 10 Dzulhijjah. Penutupan dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 atau virus corona.

Keputusan menutup Masjidil Haram ini juga merupakan bagian awal dari rencana ritual ibadah haji yang akan berlangsung pada 29 Juli mendatang. Bagi pihak yang bertanggung jawab, kesehatan jamaah merupakan hal terpenting.

"Kami fokus terhadap aspek kesehatan tahun ini karena sangat penting dalam situasi saat ini (pandemi virus corona), Tahap yang lainnya akan dilaksanakan dalam beberapa hari mendatang," papar Asisten Komandan Pasukan Keamanan Haji untuk Masjidil Haram Mayjen Muhammad Al-Ahmadi dikutip dari Arab News.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pihaknya telah memberlakukan peraturan baru terkait masuk dan keluarnya jamaah haji ke dalam Masjidil Haram. Bahkan, mereka menetapkan jalur pelaksanaan haji di sekitar Kakbah, antara bukit Safa dan Marwah. Hanya jamaah yang memiliki izin yang diperbolehkan masuk Masjidil Haram.

"Keputusan menunda salat di Masjidil Haram termasuk di area terbuka akan berlanjut. Kami mengajak orang-orang di Mekkah yang berpuasa di hari Arafah di rumah saja (berbuka)," sambungnya.

Selain di area Masjidil Haram, keamanan juga akan diberlakukan di Mina dan Muzdalifah. Pintu masuk kota Mekah akan dikendalikan oleh pasukan keamanan yang berbeda-beda selama 24 jam untuk mencegah orang tanpa izin mendapat akses.

Sementara itu, Kepala Umum urusan Dua Masjid Suci mengatakan telah berpengalaman lebih dari 80 tahun dalam urusan manajemen krisis guna membatasi jumlah jamaah yang melakukan ibadah tahun ini.

(pay/erd)