Berbaret Bintang 4, Menteri KKP Cerita Keberhasilan Tangkap 2 Kapal Asing

Adi Saputro - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 11:45 WIB
Menteri KKP Edhy Prabowo cerita keberhasilan KKP tangkap kapal asing pencuri ikan di laut RI (Foto: Adi Saputro/detikcom)
Foto: Menteri KKP Edhy Prabowo cerita keberhasilan KKP tangkap kapal asing pencuri ikan di laut RI (Foto: Adi Saputro/detikcom)
Pontianak -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menangkap kapal asing pencuri ikan (illegal fishing) di Laut Natuna Utara. Menteri KKP Edhy Prabowo mengatakan penangkapan itu merupakan bukti negara tak tidur dalam pemberantasan illegal fishing.

"Hari ini saya melihat langsung hasil dari dua kapal patrol yang menangkap dua kapal nelayan Vietnam ini melakukan penangkapan ikan dengan pair trawl yang dilakukan dengan cara menarik pukat menggunakan dua kapal, saya kira ini mohon teman-teman support dan sampaikan ke seluruh rakyat Indonesia, bahwa negara tidak tidur dalam memberantas illegal fishing di perairan Indonesia," tegas Edhy Prabowo yang tampak mengenakan seragam loreng KKP berbaret bintang 4 itu, di Stasiun PSDKP Pontianak, Rabu (22/7/2020).

Edhy mengungkapkan, penangkapan itu bermula dari Kapal Pengawas Hiu 11 dan Kapal Pengawas Orca 3 milik KKP yang sedang melaksanakan operasi pengamanan dan pengawasan di perairan ZEE Laut Natuna Utara WPP-NRI 711. KKP kemudian menemukan 2 Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Vietnam di titik koordinat 1° 16' - 7°19' Lintang Utara dan 105° 00' - 110°00' Bujur Timur yang mencari ikan tanpa dilengkapi dokumen yang berlaku di Indonesia.

Satu kapal yakni KM KG 95732 TS dinahkodai Vu Van Bo (34), dengan ABK 17 orang. Kapal itu membawa alat tangkap pair trawl, yang penggunaannya dilarang di Indonesia.

Kemudian, kapal kedua yakni KM KG 91920 TS yang dinahkodai Vo Van Nhan (44), dengan ABK 4 orang. Kapal itu juga membawa alat tangkap pair trawl.

Edhy berharap dengan tindakan tegas, kapal ikan asing semakin jera untuk menangkap ikan di perairan Indonesia. KKP pun akan terus mendorong nelayan Indonesia untuk berlayar di wilayah perairan Indonesia sehingga kapal ikan asing tak berani mencuri.

"Jadi kapal-kapal nelayan Indonesia nggak boleh kalah besar dengan kapal ikan asing seperti kapal ikan Vietnam ini. Setidak-tidaknya bisa mengimbangi dan mempertahankan diri kedaulatan perairan Indonesia," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2