Anggota DPR: Wajar Rakyat Minta PSBB Disetop

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 06:40 WIB
Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay
Saleh Pertaonan Daulay (Foto: dok. pribadi)

Namun demikian, Saleh mengatakan pemerintah harus melakukan sosialisasi pentingnya menerapkan protokol kesehatan. Dia menekankan bahwa masyarakat harus tetap waspada terhadap bahaya COVID-19.

"Di sisi lain, pemerintah tentu tetap perlu melakukan komunikasi, edukasi, dan informasi bagi masyarakat. Kewaspadaan atas bahaya COVID-19 harus disuarakan terus. Jangan sampai PSBB dilonggarkan, justru masyarakat merasa bebas seperti dulu. Harus dipastikan bahwa mereka juga menjaga diri sendiri, keluarga, dan masyarakat di sekitarnya," katanya.

Sebelumnya, Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei nasional, di mana mayoritas responden ingin PSBB dihentikan.

Survei dilakukan pada 13-16 Juli 2020. Survei dilakukan terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang yang dilakukan pada rentang 2 tahun terakhir.

Survei dilakukan melalui wawancara via sambungan telepon. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar ±2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Pertanyaan yang diajukan dalam wawancara adalah 'Di antara dua pernyataan mengenai penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berikut ini, mana yang paling dekat dengan pendapat Ibu/Bapak?'.

Hasilnya, 60,6 persen responden ingin agar PSBB sudah cukup dan bisa dihentikan agar ekonomi segera berjalan. Angka ini berbanding terbalik dari survei bulan Mei 2020 yang menginginkan PSBB dilanjutkan.

"Saat ini, mayoritas publik cenderung menghendaki PSBB dihentikan agar perekonomian bisa segera berjalan, 60.6%," demikian keterangan Indikator.

Halaman

(lir/knv)