Kapan Hiburan Malam Dibuka? Ini Kata Pemprov DKI

ADVERTISEMENT

Kapan Hiburan Malam Dibuka? Ini Kata Pemprov DKI

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 05:18 WIB
Kadisparekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia
Cucu Kurnia (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menunggu izin dari Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di tingkat provinsi terkait pembukaan kembali tempat hiburan malam. Pemprov DKI menilai tempat hiburan malam berpotensi sebagai pusat penularan virus Corona.

"Kalau dari tim gugus COVID mengizinkan ya kita pasti kasih izin untuk beroperasi lah," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) DKI Jakarta, Cucu Kurnia kepada wartawan, Selasa (21/7/2020).

Cucu mengatakan tempat hiburan adalah salah satu tempat yang berisiko terhadap penularan virus Corona. Dia menyebut jaga jarak susah diterapkan di lokasi tersebut.

"Kami sarankan mereka konsultasi ke sana (gugus tugas). Karena risiko penyebaran COVID di tempat hiburan itu tinggi banget. Social distancingnya susah dijaga," katanya.

Lebih lanjut, Cucu menyebut Disparekraf DKI Jakarta belum bisa memastikan kapan tempat hiburan malam akan dibuka kembali. Dia menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu izin dari gugus tugas COVID DKI Jakarta.

"Ya kalau dari tim Gugus Tugas belum memberikan izin kami nggak akan bisa mengijinkan mereka untuk beroperasi," ungkpanya.

Diketahui, Selasa (21/7) siang, ratusan pekerja hiburan malam melakukan aksi demo di depan gedung Balai Kota. Mereka meminta Gubernur DKI Anies Baswedan membuka kembali tempat hiburan malam.

Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) Hana Suryani juga meminta Pemprov DKI segera memutuskan nasib tempat hiburan malam untuk dibuka. Jika tak kunjung ada keputusan, pihaknya memastikan akan kembali menggelar aksi demo.

"Seminggu ke depan deh, jadi tadi gini ini hari Selasa, harusnya Minggu ini sudah ada keputusan, kalau tidak, kalau sampai tidak dan diulur-ulur, kami akan melakukan (demo) gelombang kedua dan itu jauh lebih besar," kata Hana kepada wartawan di depan gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (21/7).

(lir/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT