Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Saat Gelar Kurban di Tengah Pandemi

Angga Laraspati - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 20:21 WIB
Kementan
Foto: dok Kementan
Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan upaya penyesuaian pelaksanaan Idul Adha dengan pemotongan hewan kurban secara aman di tengah pandemi COVID-19. Penyesuaian itu salah satunya dengan menerapkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 114 Tahun 2014.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan I Ketut Diarmita mengatakan secara garis besar kebijakan tersebut sudah mengatur upaya penyesuaian pelaksanaan new normal dalam kegiatan penjualan hewan kurban dan pemotongan Kementan juga sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang pelaksanaan kurban dalam situasi pandemi COVID-19.

"Dalam pelaksanaan kurban tahun ini kita harus memperhatikan tiga pokok yaitu kesehatan dari hewan yang akan dikurbankan, proses penyembelihan dan distribusi daging kepada yang membutuhkan," ujar Diarmita dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2020).

Saat acara Tani On Stage yang digelar di Kantor Pusat Kementan, Diarmita mengatakan kesehatan hewan menjadi persyaratan utama yang harus dicermati dalam pelaksanaan pemotongan. Hal ini sangat penting mengingat banyak sekali penyakit hewan yang dapat menular kepada manusia.

"Diimbau kepada masyarakat yang ingin berkurban agar membeli hewan kurban yang sehat di tempat-tempat penjualan yang telah mendapat izin dari pemerintah daerah. Dalam hal penyelenggaraan hewan kurban harus memperhatikan ketentuan teknis yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 114 Tahun 2014 tentang pemotongan hewan kurban," katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri memastikan masyarakat dapat menjalankan rangkaian ibadah Idul Adha dengan lancar, meski harus memperhatikan protokol kesehatan yang ada.

"Hari ini kita mensosialisasikan protokol kesehatan dan protokol pemotongan hewan kurban. Insyaallah semua bisa berjalan lancar dan aman," katanya.

Di sisi lain, pemerintah terus melakukan penjagaan terhadap kebutuhan bahan pokok serta menjamin ketersediaan pangan nasional tetap terjaga dengan baik. Lebih dari itu, kata Kuntoro, para petani tetap melakukan produksi meski dalam situasi pandemi.

"Untuk pertanian kami memastikan petani tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan pangan, kedua distribusi bahan pangan dan konsumsi masyarakat juga tetap tersedia. Kemudian yang ketiga di kantor Kementan tetap bekerja seperti biasa walau harus mematuhi protokol kesehatan," tutupnya.

(ega/ega)