Menaker Bagikan 1,6 Juta Produk Alkes Bikinan BLK Se-Indonesia

Abu Ubaidillah - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 18:15 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah membagikan 1,6 juta produk alat kesehatan (alkes) untuk mendukung penanganan COVID-19 hasil produksi pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) seluruh Indonesia. Alkes tersebut akan didistribusikan serentak secara gratis kepada Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan COVID-19, rumah sakit, lembaga keagamaan, serikat pekerja/buruh, dan lainnya.

Pembagian Alkes ini dilakukan secara simbolis dengan menyerahkan 1.700 face shield, 4.000 masker, 108 hazmat, 16 wastafel portable, dan 32 wastafel otomatis kepada perwakilan pondok pesantren, serikat pekerja, P3MI, serta pelatihan PBK di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang, Kabupaten Serang, Banten sekaligus dalam rangka membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) gelombang II.

"Pemerintah berupaya menyiapkan sejumlah langkah untuk pengamanan CovID-19 dan dampaknya, termasuk mengerahkan program pelatihan kerja di BLK," ujar Ida dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2020).

Wali Kota Serang Syafrudin, Kepala BBPLK Serang, Agung Nur Rohmad, Kadisnaker Serang, Akhmad Benbela, dan Tim Satgas Penanggulangan COVID-19 Serang, Ida berpesan kepada para penerima bantuan agar alat-alat yang diberikan dapat digunakan untuk membantu masyarakat dalam menanggulangi penyebaran COVID-19.

Ida menyebutkan dalam menghadapi pandemi COVID-19, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah melakukan refocusing program tanggap COVID-19 dengan mengoptimalkan fungsi BLK, baik BLK UPTP, BLK UPTD, dan BLK Komunitas.

"BLK diarahkan untuk menyelenggarakan pelatihan penanganan dampak Covid-19 yang ditujukan untuk menyiapkan dan memproduksi barang/alat yang dapat membantu masyarakat dalam pencegahan penularan COVID-19," imbuhnya.

Ida mengatakan untuk mempercepat penanganan dampak COVID-19 dan peningkatan SDM di daerah, perlu adanya sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Kebijakan yang dibuat di daerah harus selaras dengan yang dibuat oleh pemerintah pusat untuk membangun dan menciptakan ekosistem perekonomian nasional yang kondusif dan berdaya saing.

Sementara itu, Dirjen Binalattas, Bambang Satrio Lelono mengatakan sejak COVID-19 merebak, pihaknya telah melaksanakan program tanggap COVID-19 dan mengoptimalkan fungsi BLK. Pelatihan BLK diarahkan untuk menghasilkan produk-produk kesehatan COVID-19.

Bambang menambahkan sebanyak 8.876 peserta pelatihan di seluruh BLK telah membuat alkes yang diperlukan masyarakat untuk mencegah COVID-19 dengan melibatkan 23 BLK UPTP, 71 BLK UPTD, dan 10 BLK Komunitas.

"Hasilnya dapat diproduksi sebanyak 1,5 juta masker, 47 ribu APD, 50 ribu hand sanitizer, 26 ribu face shield, dan 1.116 wastafel," katanya.

Bambang menjelaskan hasil pelatihan penanganan dampak COVID-19 di BBPLK Serang sebagian telah didistribusikan ke wilayah Kota dan Kabupaten serang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, dan Pandeglang.

(prf/ega)