Kemenag: 8.085 Ponpes Siap Dibuka Kembali dengan Protokol Kesehatan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 13:33 WIB
Peran Pesantren di Era Milenial

Pesantren memiliki peran penting dalam penyebaran dakwah Islam di seluruh dunia khususnya di negara mayoritas Muslim.  Selain itu pesantren memiliki peran penting di bidang pendidikan serta serta seni budaya Islam khususnya di era milenial
ilustrasi pesantren (Foto: Barcroft Media via Getty Images/Barcroft Media)
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) menyebutkan 8 ribu dari 24 ribu pondok pesantren (ponpes) telah siap dibuka kembali. Ribuan ponpes disebut telah siap menerapkan protokol kesehatan.

"Per tanggal 20 juli 2020 dari 28 ribu-an pesantren itu baru 8.085 pesantren yang betul-betul siap dan santri kembali ke pesantren. Ini sebagai petunjuk bahwa kami sangat kooperatif dan pesantren-pesantren juga menaati protokol kesehatan yang disampaikan pemerintah," kata Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono dalam siaran langsung di Youtube BNPB Indonesia, Selasa (21/7/2020).

Waryono menjelaskan kondisi ponpes sangatlah beragam. Sejumlah ponpes, kata Waryono, belum mampu menerapkan protokol kesehatan secara utuh.

"Sampai sekarang ini tentu tadi kondisi pesantren ada macam-macam, ada besar ada kecil. Sarana prasarana ada yang sudah siap dan belum," jelasnya.

"Belum bisa operasi karena tadi terkait sarana prasarana belum mumpuni," sambungnya.

Sejauh ini, sejumlah daerah telah memperbolehkan ponpes buka kembali. Misalnya di Jawa Tengah, tercatat 221.036 santri telah kembali menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di ponpes.

"Kalau kita liat jumlah pesantren di Jateng ada sekitar 3.304 (ponpes). dan sampai saat ini jumlah santri semuanya 4.487.314. Sampai hari ini yang sudah masuk sekitar 221.036 (santri)," kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Jateng Sarwa Pramana.Sejauh ini, sejumlah daerah telah memperbolehkan ponpes buka kembali. Misalnya di Jawa Tengah, tercatat 221.036 santri telah kembali menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di ponpes.

Sarwa menjelaskan setiap ponpes yang buka telah menjalani persyaratan protokol kesehatan sesuai Surat Edaran Sekretaris Daerah Jawa Tengah. Diantaranya, setiap santri telah menjalani karantina selama 14 hari sebelum beraktivitas di ponpes.

"Kita lanjuti dengan SE Sekda selaku ketua pelaksana gugus nomor 45009155 dimana setiap pondok yang mau santrinya masuk yang pertama harus memenuhi persayaratan protokol, satu ada surat sehat dari puskesmas, kedua ponpes diwajibkan membentuk gugus tugas. ketiga, pada saat sebelum pembelajaran masuk, harus dikarantina selama 14 hari dulu sehingga ruang kelas yang biasanya jadi tempat pembelajaran dipakai untuk kamar tidur. Karena tempat santri ini luar biasa, satu kamar ukuran berapa gitu sudah bisa sampai 15-20 orang lebih. Yang ketiga pengantar tidak boleh masuk. Masing-masing per kabupaten bisa berangkat per kabupaten," ungkapnya.

Tonton video 'Jubir Covid-19 Bantah Thermo Gun Berbahaya Bagi Otak':

(isa/isa)