Duh! Gegara Layangan Jatuh di Gardu Listrik, 70 Ribu Rumah Warga Padam

Angga Riza - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 19:33 WIB
Polresta Denpasar amankan pria yang menerbangkan layangan hingga menyebabkan 70 ribu lebih orang di Denpasar alami gangguan listrik (dok. Istimewa)
Polresta Denpasar amankan pria yang menerbangkan layangan hingga menyebabkan 70 ribu lebih orang di Denpasar alami gangguan listrik (dok. Istimewa)
Denpasar -

Seorang pria berinisial DKS (50) diamankan pihak kepolisian setelah layangan yang diterbangkan menghantam gardu listrik hingga meledak. Akibat layangan DKS, sebanyak 70 ribu lebih pelanggan PLN mengalami gangguan listrik di rumahnya.

"Terjadi gangguan listrik yang berdampak padamnya pelanggan PLN di wilayah Kuta, Denpasar Selatan dan Denpasar Timur sebanyak 71.121 pelanggan. Gangguan tersebut disebabkan oleh layang-layang berukuran besar terjatuh tepat di Bus Bar 150 kV Gardu Induk (GI) Pesanggaran yang mengakibatkan padamnya 3 trafo gardu induk dan pembangkit gas di Pesanggaran," kata Kapolresta Denpasar Kombes Jensen Avitus Panjaitan kepada wartawan, Senin (20/7/2020).

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (19/7) kemarin. Saat itu, DKS menerbangkan layang-layang di lahan kosong Pendungan, Denpasar Selatan.

Namun, setelah layangan terbang tinggi, DKS pulang dan meninggalkan layangan tersebut. Tali layangan diikat ke sebuah pohon.

"Pelaku bersama dengan anak angkatnya menerbangkan layang-layang jenis bebean (ikan) di lokasi tanah kosong dekat rumahnya di Jalan Pelabuhan Benoa Gang Raja Wali No 10 X Pesanggaran, Denpasar Selatan. Dan setelah layangan tersebut berhasil diterbangkan dengan panjang tali kurang lebih 150 meter, kemudian pelaku mengikat tali layangan di pohon singapur, setelah itu pelaku meninggalkan layangan tersebut untuk pulang," beber Jensen.

Layangan besar DKS lalu terjatuh dan menabrak gardu induk listrik hingga meledak. Sekitar pukul 16.24 Wita, puluhan ribu rumah pelanggan PLN mengalami gangguan listrik akibat meledaknya gardu induk milik PT Indonesia Power.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal terkait perusakan terhadap fasilitas umum. Dia terancam hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara.

"Pasal 188 KUHP Sub Pasal 409 KUHP (1) dengan hukuman pidana penjara selama-lamanya lima tahun sub pidana kurungan satu bulan, dihukum barang siapa karena kesalahannya menyebabkan kebakaran, peletusan atau banjir yang mendatangkan bahaya bagi orang dan barang subsider barang siapa karena kesalahan atau kealpaan menyebabkan kerusakan atau membuat tidak dapat dipakai lagi bangunan kereta api, kawat telegram, telepon atau listrik, pipa gas, pipa air atau selokan yang dipergunakan untuk keperluan umum," jelas Jensen.

Tonton video 'Pemerintah Jamin Tarif Listrik Tak Naik Hingga Akhir Tahun':

(jbr/jbr)