Round-Up

Geger Isu 'Siswa Titipan' Dibantah Lurah yang Ngamuk di Sekolah

Tim detikcom - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 05:07 WIB
Lurah Benda Baru
Foto: Suasana pertemuan di SMAN 3 Tangsel antara Lurah Benda Baru dengan pihak sekolah usai insiden lurah menendang stoples (dok Lurah Benda Baru).
Jakarta -

Video Lurah Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) atas nama Saidun, menendang stoples di ruang kepala sekolah SMAN 3 Tangerang Selatan (Tangsel) ramai diperbincangkan. Saidun membantah marah karena 'siswa titipan' tidak diterima masuk di sekolah tersebut.

Dalam video yang viral, tampak beberapa orang duduk di dalam ruangan, termasuk Saidun. Tiba-tiba, Saidun yang mengenakan kemeja biru itu berdiri dan menendang stoples di atas meja. Selepas itu, dia meninggalkan pertemuan tersebut.

Sidun mengakui perbuatan yang terekam kamera CCTV tersebut. Dia menyebut, alasannya bertindak demikian karena kurang komunikasi antara pihak sekolah dan pihak kelurahan.

"Marahnya saya, pertama, kurang komunikasi antara pihak sekolah dengan kita sehingga banyak sekali warga yang memang seharusnya bisa masuk ke situ karena wilayah Benda Baru namun tidak terakomodir," ujar Saidun kepada detikcom, Minggu (19/7/2020).

"Atas aduan dari masyarakat saya, saya komunikasi dengan sekolah. Namun, ada kalimat yang barangkali menyinggung, itu yang jadi batasi, seperti itu," imbuhnya.

Saidun menepis isu bila dikatakan dirinya menumpahkan amarah lantaran siswa titipan ditolak pihak sekolah. Dia mengaku semata-mata membawa aduan publik.

"Iyalah (isu itu tidak benar), artinya saya bawa aduan dan aspirasi masyarakat semua. Bahwa saya dianggap ada main-main, 'kok pak lurah sebegitunya membela warga', sementara kewajiban saya sampaikan aspirasi masyarakat saya," kata Saidun.

"Ini cuma miskomunikasi. Hanya miskomunikasi, ini buat pembelajaran ke depan, jangan sampai terulang kembali. Kalau lurah ngomong kan enak. Kalau nanti massa yang ngomong turun, warga turun ke sekolahan, sekolah ada di Benda Baru, kan kasihan juga sekolahnya," imbuhnya.

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davni, sudah mendapat laporan soal kejadian tersebut. Benyamin menyebut Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangsel akan mengevaluasi tindakan dari Saidun.

"Saya sudah tugaskan Kepala Badan Kepegawaian untuk melakukan evaluasi atas tindakan yang dilakukan oleh lurah. Nanti dievaluasi itu tindakannya seperti apa, penyebabnya apa, kemudian dia harus diberikan sanksi apa gitu. Nanti kita lihat (sanksinya apa), tergantung pelanggarannya dia apa, bisa teguran, bisa macem-macem," kata Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat dimintai konfirmasi pada Minggu (19/7/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2