Diskusi Keamanan Siber Pilkada Diganggu Zoombombing, Muncul Suara Desahan

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 19 Jul 2020 13:39 WIB
Tampilan diskusi Perludem yang diretas
Foto: Dok. Screenshot video
Jakarta -

Perludem menggelar diskusi virtual di aplikasi Zoom dengan tema keamanan siber teknologi Pilkada 2020. Namun diskusi virtual itu sempat terganggu akibat adanya upaya peretasan.

Diskusi tersebut digelar secara virtual di aplikasi Zoom dan disiarkan juga secara live di YouTube Perludem. Peristiwa itu terjadi pada saat anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menyampaikan presentasinya dengan cara membagikan slide presentasi di fitur share screen.

Tak lama saat Afif memulai presentasinya, ketika membacakan slide Power Point (PPT), awalnya terdapat coretan garis-garis warna kuning dan merah. Kemudian diikuti tulisan dan gambar tak senonoh.

Awalnya Afif masih melanjutkan presentasinya, tapi tiba-tiba terdengar suara desahan ketika file PDF tersebut dicoret-coret pihak hacker. Kemudian pihak panitia meminta Afif menghentikan share screen-nya.

"Ini contoh serangan kayaknya, tuh kan tuh. Tuh layarnya berganti. Luar biasa diskusi ini kita sedang bahas siber langsung diserang," ujar Afif, dalam diskusi yang disiarkan di akun YouTube Perludem, Minggu (19/7/2020).

Selanjutnya, ketika dihentikan, share screen awalnya sempat kembali normal, sehingga panitia meminta untuk ditampilkan kembali slide presentasinya. Namun justru kejadian tersebut berulang, hacker kembali mencoret-coret dengan tulisan 'ah'.

Pihak panitia, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, meminta Afif tidak perlu menampilkan slide presentasinya dan menyebut banyak pihak yang memakai nama tidak jelas bergabung di dalam diskusi tersebut. Akhirnya Afif melanjutkan kembali paparannya tanpa adanya file Power Point.

Saat dikonfirmasi terpisah, Titi membenarkan bahwa diskusinya sempat diganggu pihak tak bertanggung jawab. Ia mengatakan bahkan penyerang tersebut juga mengganggu siaran live streaming di YouTube Perludem dengan menghapus beberapa pesan.

"Iya benar sudah dihapus (orang yang diduga mengganggu). Tadi kita co-host kami kecolongan approved intruder yang ternyata memang mau mengganggu. YouTube juga diganggu. Nggak hanya Zoom, tapi YouTube. Sepertinya sengaja," ujarnya.

"Biasanya kan hanya zoombombing, ini juga spamming comment di YouTube," ujarnya.

Tonton video 'Baru Diluncurkan, Gerakan Klik Serentak KPU Diretas':

(yld/imk)