Gerebek Apartemen di Bogor, BP2MI Temukan 19 Calon PMI Ilegal

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 18 Jul 2020 20:08 WIB
BP2MI
Foto: dok. BP2MI
Jakarta -

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggrebek di sebuah apartemen di Bogor, Jawa Barat (Jabar). Petugas menemukan 19 calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang rencananya akan disalurkan ke Thailand secara ilegal.

"19 calon PMI ini akan dijanjikan untuk bekerja di sektor perhotelan dengan gaji Rp 10-20 juta per bulannya. Mereka juga wajib membayar uang sebesar Rp 25 juta kepada perusahaan dan dijanjikan akan diberangkatkan dalam waktu dua minggu," jelas Kepala BP2MI, Benny Rhamdani dalam keterangan tertulis pada Sabtu (18/7/2020).

Benny mengatakan penggerebekan dilakukan pihaknya pada Jumat (17/7) malam. Benny menuturkan penggerebekan itu berawal dari laporan masyarakat kepada BP2MI.

"Hari Jumat,17 Juli 2020, BP2MI mendapatkan telepon dari masyarakat melalui layanan crisis center terkait adanya dugaan rencana pengiriman PMI non-prosedural ke Thailand yang dilakukan oleh PT Duta Buana Bahari yang beralamat di Semarang," kata Benny,

Berbekal laporan tersebut, Benny langsung menggelar rapat persiapan penggrebekan. Targetnya adalah Apartemen Bogor Icon, Gedung Alphine, Bukit Cimanggu.

Benny menerangkan setelah dicek ternyata laporan itu benar adanya. Di lokasi, petugas menemukan 3 wanita dan 16 pria calon PMI ilegal.

Pada kamar pertama yang digerebek adalah kamar nomor 18, lantai 12, ditemukan dua calon PMI ilegal. Petugas kemudian melakukan pendalaman dan mendapati 17 orang di 3 kamar terpisah. Salah satu kamar dihuni oleh 3 orang perempuan.

Belasan PMI ilegal itu rencananya akan disalurkan oleh dua perusahaan yang berbeda. Benny memastikan kedua perusahaan tak terdaftar resmi. yaitu PT Duta Buana Bahari dan PT Nadies Citra mandiri.

"Para calon PMI bukan kita laporkan, tapi dimintai keterangan. Setelah proses pemeriksaan rampung belasan, CPMI ini akan dikembalikan ke daerah asal yang di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Para calon PMI ini adalah korban yang harus dilindungi hak-haknya. Saya sudah katakan bahwa mereka adalah warga negara VVIP. BP2MI akan melindungi mereka dari ujung rambut hingga ujung kaki," tegas Benny.

Untuk mengusut kasus ini, Benny akan menggandeng Bareskrim Polri. Selain itu, para calon PMI ilegal ini juga telah menjalani pemeriksaan terkait Corona (COVID-19) setelah di-rapid test pagi tadi.

(aud/jbr)