20 Orang yang Diamankan Saat Demo di DPR Berstatus Pelajar-Pengangguran

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 17 Jul 2020 16:57 WIB
Kombes Yusri Yunus (Samsdhuha Wildansyah/detikcom)
Kombes Yusri Yunus (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Polisi mengamankan total 20 orang yang berbuat rusuh saat aksi unjuk rasa di depan gedung MPR/DPR pada Kamis (16/7). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan 20 orang tersebut mayoritas berstatus pelajar hingga pengangguran.

"Dari 20 orang tersebut, hampir semuanya pelajar, dan juga yang pengangguran. Kalau kita lihat kemarin demo dari muatan teman-teman mahasiswa, ada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), ternyata ini yang ditangkap adalah pelajar pengangguran," kata Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

Yusri mengatakan para pelaku tersebut diamankan setelah beberapa di antaranya terlibat dalam insiden pelemparan kepada petugas. Menurutnya, petugas kepolisian kala itu dilempari menggunakan botol kaca.

"Semalam dilakukan pelemparan kepada petugas pada saat sudah bubar dari kerumunan mahasiswa. Dilempar oleh pelaku-pelaku ini dengan menggunakan botol kaca kepada petugas," ujarnya.

Lebih lanjut Yusri mengatakan saat ini pihaknya masih mendalami 20 orang yang diamankan tersebut. Seluruh pelaku, sambung Yusri, saat ini masih dilakukan pemeriksaan di Dirkrimum Polda Metro Jaya untuk mengetahui apakah 20 orang tersebut ditunggangi oleh kelompok tertentu.

"Ini kita dalam semua apakah ini provokator atau apa ada yang menunggangi. Ini masih kita lakukan pendalaman," terang Yusri.

Sebelumnya diketahui, Polda Metro Jaya menangkap 20 orang pascademo di gedung DPR pada Kamis (16/7). Polisi menyebut 20 orang yang diamankan bukan bagian dari peserta demo.

"Bukan pendemo itu, mereka perusuh. Ada yang (masih) anak-anak juga. Masih di bawah usia, ya," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat ketika dihubungi detikcom.

(zap/zap)