Pemprov Sulsel Siapkan Hunian Sementara untuk Korban Banjir Lutra

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Jumat, 17 Jul 2020 07:50 WIB
Tercatat sudah 21 orang meninggal akibat banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Selain itu Sebanyak 1.207 warga terpaksa mengungsi.
Foto: Luwu Utara pasca diterjang banjir bandang (Antara Foto).
Masamba -

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah akan menyiapkan hunian sementara bagi warga korban banjir bandang di Kota Masamba, Luwu Utara dan kecamatan di sekitarnya. Warga yang tinggal di Bantaran Sungai Masamba dan Sungai Radda masih trauma atas banjir bandang yang terjadi pada Senin (13/7) lalu.

"Jadi kami bersama Ibu Bupati Luwu Utara akan menyiapkan hunian sementara dulu. Ya karena banyak masyarakat tidak mau lagi ditampung di kota (posko pengungsian), jadi mereka ini trauma. Insyaallah kami bersama TNI-Polri bekerjasama untuk menghadirkan hunian sementara," ujar Nurdin dalam keterangannya yang diterima detikcom, Jumat (17/7/2020).

Nurdin bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada Kamis (16/7) lalu meninjau Luwu Utara pasca diterjang banjir bandang. Sebelum melakukan peninjauan, Nurdin dan Basuki melakukan rapat terbatas di Bandara Bua, Kabupaten Luwu.

Usai rapat, Nurdin dengan menggunakan Helikopter Puma milik TNI AU meninjau wilayah hulu Sungai Masamba dan Sungai Radda dari atas. Diketahui wilayah hulu Sungai Masamba dan Radda diduga menjadi penyebab utama terjadinya banjir bandang setelah diguyur hujan lebat.

Setelah meninjau dari atas, Nurdin mendarat Bandar Udara Andi Djemma, Kota Masamba, dan langsung meninjau Kota Masamba dan kecamatan sekitarnya yang masih tertutup lumpur. Ada 3 prioritas utama yang diperintahkan Nurdin untuk penanganan banjir di Masamba. Pertama tim segera mencari korban yang belum ditemukan.

"Yang ditemukan meninggal itu ada 24, sementara yang kita cari ini ada 69, kita sudah umumkan mudahan-mudah saja orang-orang ini dia lari ke keluarganya ya, karena tim SAR kita juga terus melakukan pencarian. Jadi saya kira itu," katanya.

Kedua, memastikan kebutuhan logistik warga terpenuhi, serta jaringan listrik dan komunikasi segera pulih kembali. Ketiga, Pemprov Sulsel bersama Pemkab Luwu Utara menyiapkan lahan untuk hunian sementara bagi warga.

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengatakan pihaknya bertugas menyiapkan lahan untuk pembangunan hunian sementara tersebut.

"Terutama menyiapkan lahan dalam rangka relokasi warga yang ada di daerah bantaran sungai, baik yang ada di Sungai Masamba maupun Sungai Radda," kata Indah.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki melalui jalur darat meninjau jalur Trans Sulawesi menuju Kota Masamba yang masih terputus akibat tertutup material banjir. Basuki menargetkan agar jalur tersebut sudah terbuka pada Minggu (19/7) besok.

"Prioritas membersihkan konektivitas ini. Saya beri waktu sampai hari Minggu sudah harus bersih. Di tiga tempat ini, yakni di Sungai Rongkong, Sungai Randa dan Sungai Masamba ini," kata Basuki.

Tonton video 'Penampakan Sisa Keganasan Banjir Bandang di Luwu Utara':

(nvl/dkp)