Usut Kasus Korupsi Jiwasraya, Kejagung Periksa 20 Saksi

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 21:50 WIB
Kantor Pusat Jiwasraya
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta -

Kejaksaan Agung melakukan pengembangan penyidikan terhadap kasus korupsi pengelolaan keuangan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Hari ini penyidik memeriksa 20 saksi karyawan perusahaan Manager Investasi dan staf Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, kembali melakukan pemeriksaan 20 orang saksi yang terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (persero) berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Print-33/F.2/Fd.1 /12/2019 tanggal 27 Desember 2019 dan pemeriksaan saksi perkara dengan tersangka Korporasi dan oknum pejabat OJK," kata Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono, dalam keterangannya, Kamis (16/7/2020).

Adapun saksi yang diperiksa berbeda untuk tiap tersangka. Kejagung memeriksa 6 saksi untuk tersangka OJK Fakhri Ilmi, yaitu Ina Indriati selaku Kepala Bagian Perijinan Pelaku Pengelolaan Investasi OJK, Slamet Riyadi selaku Kepala Bagian Pengawas Asuransi OJK periode 2013-2015. Bayu Samudro selaku Kepala Sub.Bagian Pengawasan Asuransi OJK periode 2013-2015.

Kejagung juga memeriksa 3 saksi lainnya untuk tersangka OJK, Edi Broto Suwarno selaku Direktur DPKM OJK Periode 2014-2019, Ahmad Hidayat selaku Komisioner Audit Internal Management, Praduga Rama Sagardi Legal Corporate Bank Mandiri Kustodian.

Selain itu, Kejagung juga memeriksa 2 saksi untuk tersangka korporasi PT.PAN Arcadia Capital, yaitu Ertika Sianipari selaku Tim Pengelola Investasi PT.PAN Capital, Piter Rasiman selaku Derektur PT.Permai Alam Sentosa. Sementara saksi untuk tersangka Korporasi PT. Prospera Asset Management, yang diperiksa yaitu Erick Suteja selaku Manager Investasi PT.PAM dan Michael Tanjung selaku Anggota Tim Pengelola Investasi PT.Prospera Asset Managemen.

Penyidik juga memeriksa 3 saksi untuk tersangka Korporasi PT.Pool Asset Management, yaitu Brilianto Wisnugroho Selaku Pembuat Laporan PT.Pool Advista Asset Management. Saksi kedua yang diperiksa Linda Ryana Selaku Karyawan PT Koordinator Fungsi Management Resiko Pengelola Investasi PT.Pool Advistas Asset Management, serta Oktavia H.Eliasta Pohan selaku Anggota TIM Pengelola Investasi PT.Pool Advista Asset Management.

Kemudian ada 2 saksi yang diperiksa untuk tersangka Korporasi PT. Milenium Capital Management, yaitu Iwan Prasetiawan Selaku Head Of Operations PT.Milenium Capital Management dan Kunan Harjanto Mendi Alvinda Lamantu selaku Direktur PT.Pool Advista Asset Management.

Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap 1 aksi untuk tersangka Korporasi PT. Sinar Mas Asset Management, yaitu Furiyanto Selaku Executive Vice President PT.CIMB Niaga. Sedangkan pemeriksaan saksi untuk tersangka korporasi PT.Treasure Fund Investama adalah Ronang Ardiyanto Selaku Karyawan BUMN (Kepala Bagian Hukum PT.Asuransi Jiwasraya (persero) Tahun 2010 s/d sekarang.

Saksi yang diperiksa untuk tersangka Korporasi PT. Corfina Capital, yang diperiksa yaitu Faisal Satria Gumay Selaku Pegawai BUMN (Kepala Divisi Investasi PT.Asuransi Jiwasraya. Sementara Saksi untuk tersangka PT. GAP Capital, yaitu Chandratriana, SE,MM Kepala Bagian Keuangan Pada Divisi Keuangan Dan Akuntansi PT.Asuransi Jiwasraya. Penyidik juga memeriksa saksi untuk tersangka Korporasi PT. OSO Management Investasi yaitu, Moudy Mangkey selaku Staf Piter Rasiman SE.

"20 orang saksi sebagai pengurus maupun sebagai karyawan perusahaan Manager Investasi serta karyawan PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) keterangannya dianggap perlu untuk mengungkap sejauh mana peran para saksi, dalam menjalankan perusahaannya dan kaitannya dengan jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) yang terjadi di Bursa Efek Indonesia," ujar Hari.

Diketahui, Kejagung sudah menetapkan seorang tersangka baru serta 13 korporasi sebagai tersangka dalam rangkaian kasus Jiwasraya. Tersangka anyar itu disebut merupakan pejabat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berinisial FH, pada saat itu yang bersangkutan menjabat Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal II a periode Januari 2014-2017.

Sebelumnya ada 6 tersangka kasus Jiwasraya yang terlebih dulu ditetapkan. Keenam tersangka itu telah berproses di persidangan, di antaranya Benny Tjokro, Komisaris PT Hanson International Tbk; Heru Hidayat, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram); Hendrisman Rahim, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero); Hary Prasetyo, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero); Syahmirwan, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero); serta terakhir Direktur PT Maxima Integra bernama Joko Hartono Tirto.

Mereka diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Keenamnya juga sedang menjalani proses persidangan di PN Tipikor Jakarta.

(yld/dwia)