Hadits tentang Ridho Orangtua untuk Kesuksesan Dunia dan Akhirat

Lusiana Mustinda - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 18:55 WIB
Bupati Anas Ajak Warga Sungkem ke Orangtua
Hadits ridho orangtua. Foto: Putri Akmal
Jakarta -

Hadits tentang ridho orangtua ini penting diketahui untuk meraih surga Allah SWT. Dalam Al-quran surat Al-Baqarah ayat 83, ditegaskan bahwa orangtua harus dimuliakan.


Dalam surat Al-Baqarah ayat 83:


وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا

لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ


Artinya: "Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling."

Kemudian dalam Al-quran surat An-Nisaa ayat 36, Allah SWT melarang umatnya untuk beribadah kepada-Nya dan berbuat baik kepada orangtua. Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisaa ayat 36:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ

وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا


Artinya: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri."


Jika seorang anak yang durhaka kepada ibu atau ayahnya tidak akan mendapatkan ridho dari Allah SWT. Hadits tentang ridho kepada orang tua diriwayatkan oleh HR. Tirmidzi yang berbunyi: "Ridho Allah itu tergantung ridho kedua orang tua dan murka Allah juga tergantung kepada murka kedua orangtua." (HR. Tirmidzi).

Dilansir dalam buku 'Keajaiban Doa & Ridho Ibu' oleh Mutia Mutmainnah, menuliskan doa kedua orangtua sangat berpengaruh dalam kunci kesuksesan anak-anaknya. Rasulullah Saw bersabda:

"Doa orangtua untuk anaknya sama seperti doa nabi terhadap umatnya." (HR. Ad Dailami).

Bahkan menurut hadits tentang ridho orangtua oleh HR. Bukhari Muslim, "Ada tiga macam golongan yang doanya mustajab yang tidak diragukan lagi kedahsyatannya, yaitu 1) Doa orangtua kepada anaknya, 2) Doa orang musafir

(orang yang sedang bepergian) dan 3) Doa orang yang dizhalimi." (HR. Bukhari Muslim).

Dalam buku 'Dahsyatnya Ridha Orangtua' oleh Samsul Rijal Hamid disebutkan bahwa Abu Hurairah Ra mengabarkan, suatu ketika Nabi Muhammad Rasulullah Saw bersabda,"Dia celaka! Dia celaka!". Salah seorang sahabat bertanya, "Siapakah yang celaka wahai Rasulullah?"

Nabi Muhammad Saw menjelaskan, "Siapa yang mendapati kedua atau salah satu dari orangtuanya (dalam usia lanjut), tetapi dia tidak berusaha masuk surga (dengan merawat orangtuanya sebaik-baiknya)." (HR. Muslim)


"Wahai Rasulullah, lalu bagaimana jika sudah tidak punya ibu bapak lagi? Apakah yang harus dilakukan?" tanya sahabat.

Nabi Muhammad Saw bersabda, "Hendaklah ia bersedekah untuk keduanya dengan menjamu makan, membaca Al-quran, atau mendoakan mereka. Apabila hal itu ditinggalkannya, maka sesungguhnya ia telah durhaka. Dan siapa pun yang durhaka terhadap ibu bapaknya, maka sungguh dia telah berbuat maksiat."

Setelah dijelaskan mengenai dalil dan hadits tentang ridho orangtua, semoga ini dapat membuka jalan semuanya agar bisa semakin menghargai dan menghormati kedua orangtua.

(lus/erd)