2 Jenazah Ditemukan, Korban Meninggal Banjir Bandang Luwu Utara Jadi 30 Orang

Muhammad Riyas - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 17:45 WIB
Korban banjir bandang di Luwu Utara ditemukan
Korban banjir bandang di Luwu Utara ditemukan. (M Riyas/detikcom)
Luwu Utara -

Korban jiwa akibat banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, bertambah. Ini menyusul ditemukannya 2 jenazah di Kecamatan Baebunta.

Kedua jenazah di temukan meninggal dunia dalam keadaan tertimbun lumpur. Satu jenazah diketahui terimpit pohon.

"Jenazah pertama seorang laki laki dewasa ditemukan pukul 09.20 Wita terhimpit pohon namun saat akan dievakuasi kondisi air sungai kembali naik, terpaksa evakuasi dihentikan karena ditakutkan banjir susulan," ungkap Koordinator Lapangan Basarnas Luwu Utara Andi Mukti saat di temui di Pos Basarnas di Baebunta, Kamis (16/7/2020).

Evakuasi korban yang terimpit pohon di Desa Radda' kemudian dilanjutkan pada pukul 10.40 Wita. Korban berhasil dievakuasi pukul pukul 11.35 Wita dalam keadaan meninggal dunia.

Selanjutnya pada pukul 14.00 Wita, tim kembali menemukan satu korban. Jenazah tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan dewasa dan tertimbun lumpur di Perumahan Kelapa Gading.

"Tim kembali berhasil menemukan satu korban meninggal dunia, dalam kondisi tertimbun lumpur, di Perumahan Kelapa Gading, dan telah dievakuasi ke Puskesmas Baebunta," ucap Andi Mukti.

Hingga sore ini diketahui jumlah korban jiwa akibat banjir bandang di Luwu Utara itu berjumlah 30 orang. Petugas masih berusaha mencari korban yang belum ditemukan.

Seperti diketahui, banjir bandang menerjang ibu kota Luwu Utara, Kota Masamba, dan kecamatan sekitarnya pada Senin (13/7) lalu. Data sebelum ini disebutkan ada 24 orang yang meninggal dunia dan 69 hilang.

Peristiwa ini berdampak pada 4.202 kepala keluarga (KK) atau 15. 994 jiwa. Data BPBD Luwu Utara sementara ini, terdapat 603 kepala keluarga atau 20.402 jiwa yang mengungsi.

Saat ini terdata ada 39 titik pengungsian, di mana 20 titik didirikan Pemda Luwu Utara. Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengatakan ada titik pengungsian yang berada di pegunungan sehingga hanya bisa diakses kendaraan roda dua untuk mengantar logistik.

"Ada beberapa yang memang hanya dapat dijangkau dengan roda dua seperti di daerah pegunungan di Kota Masamba, mengingat memang aksesnya terputus, jadi jembatan beton dan jembatan gantungnya itu terputus, jadi kami coba mencari jalan alternatif melalui daerah pegunungan yang lain," tutur Indah, sebelumnya.

(elz/ear)