54 Personel KRI Teluk Jakarta yang Karam Selamat, Sudah Dievakuasi ke Surabaya

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 13:24 WIB
KRI Usman Harun-359 (kanan) bersama KRI Sutedi Senoputra-378 melakukan konvoi saat peran bahaya tempur udara di Laut Natuna, Jumat (10/1/2020). KRI Usman Harun-359 bersama KRI Teuku Umar-385, KRI Sutedi Senoputra-378 dan dua kapal Bakamla tergabung dalam operasi siaga tempur laut Natuna 2020 untuk melakukan operasi pengendalian wilayah laut, khususnya di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) laut Natuna Utara. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama.
Foto: Ilustrasi KRI TNI AL. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat).
Jakarta -

KRI Teluk Jakarta-541 milik TNI AL karam di perairan Pulau Kangean yang berada di antara Pulau Madura dan Bali. Seluruh personel KRI Teluk Jakarta selamat dan 54 orang sudah dievakuasi ke Surabaya.

"Hari ini, Kamis 16 Juli 2020 sekitar pukul 09.30 WIB KRI R.E. Martadinata-331 yang membawa 54 ABK yang dievakuasi dari KM Tanto Sejahtera telah tiba di Pangkalan Surabaya," ungkap Kadispen TNI AL, Laksma M Zaenal kepada wartawan, Kamis (16/7/2020).

Peristiwa karamnya KRI Teluk Jakarta pada Selasa (14/7) kemarin. Kapal karam karena mengalami kebocoran yang mengakibatkan tenggelam pada kedalaman 90 meter.

"Gelombang laut di sekitar lokasi saat kejadian cukup tinggi antar 2,5 sampai dengan 4 meter," kata Zaenal.

Kadispenal Laksma M ZaenalKadispenal Laksma M Zaenal. (Dok Dispenal).

Total ada 55 personel TNI AL anak buah kapal (ABK) KRI Teluk Jakarta. Sebanyak 54 orang diselamatkan oleh KM Tanto Sejahtera yang sedang berlayar di posisi 5 NM dari lokasi kejadian. Sementara itu 1 ABK ditolong oleh KM Dobonsolo.

"Selanjutnya seluruh ABK akan melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan investigasi lebih lanjut," jelas Zaenal.

KRI Teluk Jakarta karam saat melaksanakan operasi dukungan laut pergeseran logistik ke wilayah timur. KRI Teluk Jakarta merupakan kapal angkut jenis Landing Ship Tank (LST) yang dibangun di Jerman Timur serta masuk ke jajaran TNI AL pada tahun 1978 dan tahun 1993.

"Sebelum melaksanakan operasi kapal ini dalam kondisi yang layak layar sesuai dengan Certificate of Seaworthiness atau Sertifikat Laik Laut," tutur Zaenal.

Tonton video 'Penampakan 'Kapal Karam' di Sukabumi dan Ragam Analisisnya':

(elz/fjp)