Anggota DPRD Ngaku Diancam Dibunuh, Ini Klarifikasi Bupati Biak Numfor

Idham Kholid, Wilpret Siagian - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 13:05 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi dana Corona. (Edi Wahyono-detikcom)
Jakarta -

Anggota DPRD Kabupaten Biak Numfor, Jhon Nehemia Mandibo, mengaku diancam oleh Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap saat rapat membahas dana corona. Herry Ario Naap memberi penjelasan.

Herry Ario Naap mengatakan persoalan ini berawal saat Jhon Mandibo melakukan webinar secara live. Jhon disebut menyampaikan bahwa dana COVID-19 Kabupaten Biak Numfor sebesar Rp 152 miliar.

"Sehingga saya meminta pertemuan dengan DPRD untuk menanyakan data yang disampaikan oleh Anggota DPRD Jhon Mandibo itu diperoleh dari mana? Sedangkan pemerintah telah menyerahkan materi refocusing atau realokasi APBD dan Dana COVID-19 kepada 25 Anggota DPRD. Di mana dana COVID-19 di Kabupaten Biak Numfor sebesar Rp 39 M," kata Herry dalam keterangannya, Kamis (16/7/2020).

Herry menjelaskan akibat informasi yang tidak benar oleh Jhon Mandibo, banyak kelompok masyarakat dan para politisi, bahkan warga, mengejar pemerintah hingga Bupati untuk meminta bantuan.

"Dan ketika tidak dibantu mereka marah-marah dan menyampaikan Rp 152 M dana COVID-19 ada di mana? Bahkan di media sosial banyak orang menulis di mana Rp 152 M dana COVID-19? Masyarakat menulis di media sosial Bupati korupsi dana COVID-19. Sehingga saya meminta Saudara Jhon untuk harus mengklarifikasi hal tersebut," ujarnya.

Lalu, lanjut Herry, DPRD mengundangnya rapat klarifikasi. Jhon Mandibo juga bersedia hadir di rapat itu. Herry mengaku tiba di DPRD pukul 13.00 WIT. Namun hingga pukul 15.00 WIB Jhon Mandibo tidak datang. Pimpinan DPRD akhirnya menunda pertemuan tersebut.

"Besoknya saudara Jhon Manidibo malah membuat berita kalau akibat dana COVID-19 pemerintah mendukung masyarakat yang melakukan aksi demo beberapa hari di Kantor DPRD Biak Numfor," ujarnya.

"Saya juga menjelaskan bahwa sebelum persoalan Dana COVID-19 dan Webinar saudara Jhon Mandibo, Jhon sudah didemo masyarakat Biak Utara sebanyak 3 kali, dan setelah saudara Jhon Webinar aksi demo masih terus berlanjut. Aksi demo ini dilaksanakan sejak Juni pertengahan sampai hari ini," imbuhnya.

Herry menuturkan demo masyarakat Biak Utara kepada Jhon Mandibo akibat utang piutang saat pemilihan legislatif. Kata Herry, Jhon Mandibo tidak pernah berani menghadapi masyarakat.

Selanjutnya
Halaman
1 2