Luwu Utara Butuh Bantuan Alat Berat Bersihkan Lumpur Banjir Masamba

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 10:44 WIB
Foto udara kondisi perkampungan tertimbun lumpur akibat terjangan banjir bandang di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (15/7/2020). Banjir bandang yang terjadi akibat tingginya curah hujan yang membuat sungai Salukula dan Meli meluap tersebut mengakibatkan 21 orang meninggal dunia dan puluhan warga dilaporkan masih dalam pencarian, sementara  ratusan rumah rusak berat dan hilang tertimbun material lumpur. ANTARA FOTO/Moullies/ABHE/foc.
Foto: Kondisi Luwu Utara pasca diterjang banjir bandang (ANTARA FOTO/Moullies).
Masamba -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara masih membersihkan lumpur dan material yang terbawa banjir bandang di Kota Masamba dan sekitarnya pada Senin (13/7) lalu. Pemkab membutuhkan banyak bantuan alat berat.

"Di sini banyak alat berat, tapi yang kita butukan alat berat (jenis) PC 100 yang bisa mendorong material-material untuk kemudian diangkat ke dalam truk dan dibawa ke tempat yang telah ditentukan," ujar Kepala BPBD Lutra Muslim di Masamba, Kamis (16/7/2020).

Muslim mengungkapkan, hingga saat ini kondisi di Kota Masamba dan sekitarnya belum pulih akibat banjir bandang. Selain sejumlah ruas jalan dan fasilitas umum masih tertutup material lumpur, listrik PLN juga belum stabil.

"Kita sering mati lampu maka kita butuhkan lampu portabel (untuk pengungsi)," tuturnya.

Saat ini ada 603 kepala keluarga, atau sebanyak 20.402 Jiwa yang mengungsi di 39 titik. Kebutuhan toilet portabel untuk pengungsi juga mendesak, sebab saat ini air bersih susah didapatkan.

Saat ini terdata ada 39 titik pengungsian, dimana 20 titik didirikan Pemda Luwu Utara. Indah mengatakan, ada titik pengungsian yang berada di pegunungan sehingga hanya bisa diakses kendaraan roda dua untuk mengantar logistik.

"Yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat itu adalah sanitasi portabel. Kenapa ini penting, karena saat ini semua infrasruktur rusak termasuk sanitasi, karena itu sanitasi menjadi penting," jelasnya.

"Kemudian alat isap untuk air, karena kebutuhan air bersih sangat kita butuhkan. Kemudian tempat penampungan air bersih, tandon," lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengatakan hingga saat ini jalur Trans Sulawesi menuju Kota Masamba belum berhasil dibuka karena masih tertutup material banjir.

"Hari ini fokus kita adalah bagaimana membuka askes yang masih tertutup menuju Masamba, terutama akses jalan nasional, ini kan urat nadi lalu lintas dan perekonomian. Dan terutama digunakan untuk mendistribusikan logistik ke wilayah pengungsian yang ada di Luwu Utara," kata Indah.

(nvl/idh)