Jelang Sidang Putusan Penyerang Novel Baswedan, PN Jakut Dijaga Ketat

Zunita Amalia Putri - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 10:37 WIB
Penjagaan di PN Jakarta Utara diperketat
Foto: Penjagaan di PN Jakarta Utara diperketat. (Zunita Amalia Putri/detikcom).
Jakarta -

Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) menggelar sidang putusan dua penyerang Novel Baswedan hari ini. Penjagaan di sekitar pengadilan pun diperketat.

Pantauan detikcom di PN Jakut, Jalan Gajah Mada, Petojo Utara, Jakarta Utara, Kamis (16/7/2020), terlihat puluhan polisi berjaga di pengadilan. Mereka tersebar di beberapa titik yaitu di depan pengadilan, di halaman pengadilan dan di sekitar ruang sidang.

Mereka juga sempat melakukan apel di kompleks PN Jakut sekitar pukul 09.50 WIB. Sidang rencananya dimulai pukul 10.00 WIB, namun hingga pukul 10.30 WIB sidang belum dimulai. Jaksa penuntut umum pun juga belum terlihat di lokasi.

Penjagaan ini tidak seperti sidang biasanya. Polisi yang berjaga di sidang hari ini lebih banyak dibanding sidang-sidang sebelumnya.

Penjagaan di PN Jakarta Utara diperketatPenjagaan di PN Jakarta Utara diperketat jelang vonis penyerang Novel Baswedan. (Zunita Amalia Putri/detikcom).

Dua penyerang Novel yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir sebelumnya diyakini jaksa penuntut umum bersalah melakukan penganiayaan berat terhadap Novel. Keduanya juga diyakini bersalah melanggar Pasal 353 ayat 2 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Mereka dituntut jaksa penuntut umum dengan hukuman 1 tahun penjara. Jaksa meyakini keduanya bersalah melakukan penganiayaan berat terhadap penyidik senior KPK itu.

Ada sejumlah alasan mengapa jaksa penuntut umum hanya menuntut dua penyerang Novel dengan hukuman 1 tahun penjara. Menurut jaksa, kedua terdakwa tidak berniat sedari awal melukai bagian wajah Novel.

Selain itu, jaksa memberikan tuntutan ringan kepada terdakwa karena kedua orang tersebut mengakui perbuatannya. Mereka juga disebut telah menyampaikan permohonan maaf kepada Novel dan keluarga.

"Bahwa dalam fakta persidangan, terdakwa tidak pernah menginginkan melakukan penganiayaan berat. Terdakwa hanya akan memberikan pelajaran kepada saksi Novel Baswedan dengan melakukan penyiraman cairan air keras ke Novel Baswedan ke badan. Namun mengenai kepala korban. Akibat perbuatan terdakwa, saksi Novel Baswedan mengakibatkan tidak berfungsi mata kiri sebelah hingga cacat permanen," ujar jaksa saat membacakan tuntutan.

(zap/elz)