Nadiem Luncurkan 'Nikah Massal', Jembatani Lulusan Vokasi ke Dunia Industri

Rahel Narda C - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 20:03 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim
Nadiem Makarim (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meluncurkan Forum Pengarah Vokasi. Menurutnya, forum ini akan mempercepat 'pernikahan massal' antara lulusan pendidikan vokasi dengan dunia industri.

"Dia (forum ini) akan mempercepat atau mengakselerasi pernikahan massal antara industri dan unit pendidikan kita," kata Nadiem dalam acara Gelar Wicara Peluncuran Forum Pengarah Vokasi melalui YouTube Kemendikbud RI, Rabu (15/7/2020).

Menurut Nadiem, ini merupakan forum yang akan terus berkembang seiring dengan perkembangan di sektor industri. Forum tersebut juga akan terus memberikan masukan ke Kemendikbud agar sistem Pendidikan Vokasi dapat selalu mengikuti perkembangan yang ada.

"Forum ini dibentuk untuk menjadi jembatan-jembatan antara industri, masing-masing sektor industri dan Kemendikbud, Ditjen Vokasi, dan unit Pendidikan Vokasi. Forum pengarah vokasi ini adalah suatu forum yang dinamis, yang akan senantiasa terus berkembang dengan begitu banyaknya variasi daripada sector-sektor industri di Indonesia yang terus berubah dan dia akan memberikan 1 nasihat dan rekomendasi konkret bagi Kemendikbud untuk bagaimana mengubah sistemnya," jelas Nadiem.

Eks CEO Go-Jek ini pun secara singkat menjelaskan maksud dari analogi 'pernikahan massal' yang digunakannya dalam konteks Pendidikan Vokasi dan dunia industri. Nadiem mengatakan kata 'pernikahan' merujuk pada adanya kerja sama yang dilakukan industri hingga terjadi rekrutmen terhadap lulusan tersebut.

"Pernikahan artinya sah antara itu perusahaan dan unit pendidikan vokasi kita permanen menikah. Artinya apa? Sah itu artinya sampai dengan anak-anak itu lulus, ada perjanjian kerja sama sampai rekrutmen, karena kalau sampai anak-anak itu akhirnya tidak diambil oleh industri dan langsung bisa mendapat pekerjaan, itu artinya pernikahan itu bukan pernikahan yang serius, bukan pernikahan yang sah," ujar Nadiem

Menurut Nadiem, kesuksesan program ini akan tampak melalui lulusan-lulusan vokasi dan sederajat yang terserap ke dunia industri. Nadiem menambahakan, tak hanya jumlah lulusan secara kualitatif, namun posisi hingga gaji awal yang diterima lulusan juga menjadi kunci dari kesuksesan 'pernikahan massal' tersebut.

"Kalau kita mau mengukur kesuksesan program ini, apakah lulusannya dapat posisi di industri itu dan apakah gaji atau starting salary dia layak, itu kuncinya. Kalau industri tidak semangat melakukan rekrutmen itu, itu akhir artinya unit pendidikannya gagal untuk melaksanakan quality improvement-nya dia," kata Nadiem.

"Dan juga kalau industrinya tidak terlibat dari awal untuk melakukannya artinya industrinya juga gagal tidak memberikan resources atau atensi yang cukup untuk bisa mentransformasi kurikulum pengajaran dan juga sarana-prasarana dalam industri itu," imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong pendidikan vokasi melakukan 'pernikahan massal' dengan dunia industri. Nikah massal yang dimaksud, yakni mendorong pendidikan vokasi membangun kerja sama perekrutan sebanyak-banyaknya dengan perusahaan, sehingga lulusan bisa terserap.

"Untuk vokasi tema Bapak-Ibu yang selalu dan Pak Wikan tentunya akan selalu menjadi gongnya itu namanya pernikahan massal. Dan kita menggunakan analogi ini karena menurut kami ini yang bisa menjadi tema yang mendorong sekolah vokasi baik politeknik maupun SMK untuk ramai-ramai mencari jodoh," kata Mendikbud Nadiem Makarim dalam rapat kerja (raker) virtual dengan Komisi X DPR RI, Kamis (2/7).

(maa/maa)