Dewi Tanjung Lapor soal Bendera PKI, PA 212 Ngaku Tak Tahu Siapa yang Bawa

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 18:23 WIB
Ketua PA 212 Slamet Maarif
Ketua PA 212 Slamet Maarif (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Ketua Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Maarif menanggapi soal laporan Politikus PDIP Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya terkait pembakaran bendera PKI yang dibawa saat aksi. Slamet menyebut pihaknya tidak tahu soal pembawa bendera tersebut.

"Lah aneh kita aja nggak tau siapa yang bawa," kata Slamet saat dihubungi, Rabu (15/7/2020).

Slamet mengaku pihaknya juga tidak bertanggung jawab terhadap aksi yang berujung pembakaran bendera PKI tersebut. Menurutnya, aksi tersebut justru diadakan oleh Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak NKRI).

"Yang mengadakan aksi Anak NKRI, ngawur dia (melaporkan) presidium 212 siapa?" sanggah Slamet.

Sebelumnya diberitakan, politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung menyambangi Polda Metro Jaya siang tadi. Dia datang untuk melaporkan Presidium Persaudaraan Alumni (PA) 212 terkait kepemilikan bendera PKI.

"Ke sini melaporkan Presidium (PA) 212 terkait kepemilikan, menyimpan, dan mempublikasikan bendera PKI karena bendera ini kan sebenarnya kalau di pasaran tidak akan mungkin bisa didapat," kata Dewi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (15/7).

Dewi mempertanyakan dari mana PA 212 bisa mendapatkan bendera PKI yang mereka bakar dalam aksinya yang lalu. Terlebih, aksi serupa dengan membawa bendera PKI sering terjadi.

"Kita mau mempertanyakan mereka dapat di mana sampai mereka bisa membakar itu pada waktu demo-demo mereka," ujar Dewi.

Dalam pelaporan ini, Dewi hendak melaporkan presidium PA 212. Sebab, kata dia, presidium bertanggung jawab atas aksi massa.

"Presidiumnya, karena kan mereka yang demo. Tapi tentu ada korlapnya, ketuanya, yang pasti akan kita minta pertanggungjawabkan, kita pertanyakan dari mana mereka mendapat bendera PKI tersebut," ungkap Dewi.

Hingga kini, Dewi Tanjung masih berkonsultasi dengan penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

(maa/imk)