Korban Meninggal Banjir Luwu Utara Jadi 16 Orang, 23 Masih Hilang

Muhammad Riyas - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 15:00 WIB
Sebuah truk milik warga terendam lumpur akibat banjir bandang di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Selasa (14/7/2020). Petugas BPBD Sulawesi Selatan masih menginventarisasi kerugian akibat banjir bandang pada Senin, 13 Juli 2020 yang mengakibatkan puluhan rumah terbawa arus, dua orang meninggal dan tujuh orang hilang. ANTARA FOTO/Indra/wpa/foc.
Foto: Kondisi banjir bandang Luwu Utara (ANTARA FOTO/INDRA).
Masamba -

Tim Basarnas bersama personel TNI-Polri dan warga masih terus mencari korban hilang akibat banjir bandang yang menerjang Kota Masamba, Kabupaten Luwu Utara dan sekitarnya. Hingga sore ini, total 16 orang dilaporkan meninggal sementara 23 lainnya masih hilang.

"Update data operasi SAR banjir bandang di Luwu Utara hari ini, data terbaru yang meninggal 16 orang, yang selamat 10, ini yang mengalami luka. Sementara yang diduga hilang itu 23 orang," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar, Mustari di Masamba, Rabu (15/7/2020).

Mustari menyebut 23 orang yang masih hilang itu diduga tertimbun lumpur dan material lainnya yang terbawa banjir bandang.

"Basarnas saat ini masih fokus melakukan pencarian yang diduga 23 orang ini masih tertimbun," katanya.

Basarnas saat ini masih fokus mencari korban hilang di wilayah Desa Radda dan Kota Masamba. Sementara itu hingga sore ini total jumlah pengungsi akibat banjir bandang ialah 156 keluarga dengan 655 jiwa.

"Basarnas dengan kekuatan 32 orang masih melakukan pencarian bersama dengan teman-teman potensi SAR dari TNI-Polri hingga masyarakat. Saat ini pengungsi sudah tertangani BPBD," tuturnya.

(nvl/idh)