Golkar Kritik Pemprov DKI Minim Pengawasan-Penindakan Selama PSBB Transisi

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 13:09 WIB
Basri Baco
Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi DKI Jakarta fase dua akan berakhir besok. Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta pun mengkritik minimnya pengawasan dan penindakan selama masa PSBB transisi.

"Berkali-kali saya ngomong karena logikanya pasti kalau ekonomi dibuka, pasar dibuka, mal dibuka, kantor-kantor dilonggarkan terus minim penindakan, minim pengawasan terus Dinas Kesehatannya juga tidak makin gencar untuk menyarankan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan, pasti akan naik terus," ujar Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco kepada wartawan, Rabu (15/7/2020).

Baco pun meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengkaji pengawasan dan penindakan selama PSBB transisi. Mengingat dalam beberapa hari terakhir kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta meningkat drastis.

"Jadi sebenarnya bukan kepada kebijakan PSBB ini diperpanjang atau bukan tidak diperpanjang sebenarnya, kalau memang tidak ada kontrol, tidak ada pengawasan yang ketat, edukasinya lemah segala macam orang lebih sering urusin ekonomi pasti akan naik. Dan kita sudah mau mencapai 100 ribu sudah masuk 6 besar dunia itu jadinya ini yang lebih penting," paparnya.

Baco pun sepakat dengan rencana Anies untuk 'menginjak' rem darurat apabila kasus COVID-19 di Jakarta terus meningkat. Sebab, menurutnya, masih banyak masyarakat yang enggan mematuhi protokol kesehatan.

"Saya sih setuju sama Gubernur Anies kalau masyarakat kita tidak tertib, para pengusaha juga tidak tertib dan masih bandel. Demi menyelamatkan Jakarta kita bisa balik ke tahap pertama, atau bisa lockdown," ucap Baco.

Untuk diketahui, PSBB transisi ini dimulai pada 5 Juni hingga 2 Juli 2020. PSBB transisi kemudian diperpanjang sejak 3 Juli dan akan berakhir pada Kamis (16/7/2020) besok.

Tonton video 'Jokowi Pelototi Kasus Corona di DKI yang Melonjak':

(mae/mae)