KPK Panggil Direktur PT Wijaya Karya di Kasus Korupsi Jembatan Bangkinang

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 12:40 WIB
Gedung KPK
Gedung KPK (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Penyidik KPK terus melakukan pemanggilan saksi-saksi terkait kasus korupsi Jembatan Bangkinang senilai Rp 39 miliar di Kampar, Riau. Kali ini, penyidik memanggil Direktur Human Capital Pengembangan PT Wijaya Karya (Persero), Mursyid, untuk diperiksa jadi saksi.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka AN (Adnan)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (15/7/2020).

Selain itu, KPK memanggil Manajer Keuangan Divisi 1 PT Wijaya Karya (Persero), Nanang Satriawan. Ia juga bakal diperiksa sebagai saksi untuk Adnan.

Adnan ditetapkan sebagai tersangka pada 14 Maret lalu selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek jembatan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kampar terkait korupsi proyek jembatan Bangkinang. KPK menduga ada kerugian negara dalam proyek ini senilai Rp 39,2 miliar.

Selain Adnan, KPK menetapkan Manajer Wilayah II PT Wijaya Karya Divisi Operasi I, I Ketut Suarbawa. Keduanya diduga KPK menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi dari proyek dengan tahun anggaran 2015-2016.

Adnan disebut meminta pembuatan engineer's estimate pembangunan jembatan Waterfront City tahun 2014 kepada konsultan dan I Ketut meminta kenaikan harga satuan untuk beberapa pekerjaan. Akibat perbuatan itu, Adnan diduga menerima uang sekitar Rp 1 miliar.

KPK menyebut kerugian keuangan negara setidaknya sekitar Rp 39,2 miliar dari nilai proyek pembangunan jembatan Waterfront City secara tahun jamak pada 2015-2016 dengan total Rp 117,68 miliar.

(ibh/mae)