121 TKA China Gelombang 3 Masuk ke Sultra Selasa Malam

Sitti Harlina - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 12:05 WIB
Ketua HMI Kendari, Zulkarnain saat berorasi menolak kedatangan TKA China, Sultra, Jumat (10/7/2020).
Foto: Aksi penolakan TKA China di Sultra. (Sitti Harlina/detikcom)
Kendari -

Sebanyak 121 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang merupakan gelombang ketiga saat ini sudah masuk di Sulawesi Tenggara (Sultra). Penolakan kedatangan TKA China masuk ke wilayah Sultra sudah muncul sejak gelombang pertama datang.

"Gelombang ketiga, iya sudah datang jumlahnya 121," ujar External Affair Manager PT VDNI, Indrayanto saat dimintai konfirmasi, Rabu (15/7/2020).

Menurut Indrayanto, kedatangan TKA China gelombang ketiga ini masih sama seperti gelombang pertama dan kedua yakni menggunakan pesawat carter dengan maskapai Lion Air. Sebanyak 121 telah tiba pada Selasa (14/7) malam melalui Bandara Halu Oleo, Kendari.

Dikatakan Indra, saat ini TKA gelombang ketiga tersebut sudah berada di pabrik PT OSS. Mereka menjalani karantina sebagai bagian dari protokol kesehatan virus Corona (COVID-19).

"Sekarang di pabrik PT OSS menjalani karantina mandiri," jelas Indra.

Pemeriksaan kesehatan terhadap 121 TKA gelombang ketiga ini juga sudah dilakukan oleh pihak KKP saat tiba di Bandara Halu Oleo. Terkait kedatangan TKA gelombang keempat, Indra belum bisa memastikan waktunya.

"Belum tahu, masih tunggu schedule kesiapan dari Tiongkok, belum bisa dipastikan gelombang keempat," tuturnya.

Indrayanto menjelaskan, 156 orang TKA China yang datang pada gelombang pertama sudah mulai bekerja di PT OSS yang terletak di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe. "Baru kemarin mulai kerjanya (TKA gelombang pertama)," kata Indrayanto.

Untuk pekerjaan yang dilakukan oleh para TKA itu, lanjutnya, sesuai dengan keahlian yang dimiliki yakni memasang instalasi. "Memasang instalasi-instalasi yang ada di pabrik," imbuhnya.

Dikatakan Indra, para TKA ini juga didampingi oleh para tenaga lokal dan juga penerjemah. Pihak perusahaan menyediakan untuk 1 TKA didampingi 8 tenaga kerja lokal termasuk penerjemah sehingga terjadi transfer ilmu.

Indra menambahkan untuk pemeriksaan kesehatan juga tetap dilakukan kepada TKA. "Untuk pemeriksaan kesehatan tetap dilakukan secara berkelanjutan di bawah pengawasan Dinas Kesehatan Konawe," tuturnya.

Untuk diketahui, saat ini jumlah TKA yang sudah masuk di Sultra ada 382 dari rencana 500 orang. Rinciannya adalah 156 datang pada gelombang pertama, gelombang kedua 105 orang, dan gelombang ketiga sebanyak 121. Sisanya sebanyak 118 orang akan masuk ke Sultra di gelombang keempat.

Seperti diketahui, penolakan TKA masuk ke Sultra menimbulkan berbagai penolakan. Aksi demonstrasi terjadi di Kendari. Bahkan massa demo mengancam akan memblokade Bandara Haluoleo Kendari jika TKA China gelombang ketiga tetap diizinkan masuk.

Aksi demo terakhir digelar di gerbang perbatasan Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Jumat (10/7). Massa, yang salah satunya berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kendari, melakukan aksi bakar ban.

"Sampai hari ini, tidak ada kata untuk mundur. Kalau pemerintah tetap memaksa maka kita blokade saja Bandara Haluoleo," kata Ketua HMI Kendari Zulkarnain, saat aksi demo.

(elz/ear)