Jubir Wapres: Pemerintah Pastikan Pesantren Aman dari COVID

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 20:12 WIB
Wakil presiden Maruf Amin akan mengumumkan nama-nama staf khusus (stafsus) yang akan membantunya. Juru Bicara Maruf Amin, Masduki Baidlowi, mengatakan stafsus tersebut dari berbagai kalangan termasuk dari MUI, NU dan Muhammadiyah.
Masduki Baidlowi (Lisye/detikcom)
Jakarta -

Juru Bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi, menyampaikan pemerintah pusat, khususnya Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, akan memastikan pesantren aman dari virus Corona (COVID). Untuk itu, ada beberapa langkah yang dilakukan agar lingkungan pesantren menjadi kawasan sehat.

"Dulu Kiai Ma'ruf pernah sampaikan, pesantren aman sebagai sistem pendidikan (berbasis) asrama asal masuk ikuti prosedur COVID," ucap Masduki, saat dihubungi, Selasa (14/7/2020).

Menurut Masduki, pesantren yang aman untuk melakukan kegiatan adalah pesantren yang berada di zona hijau. Namun, tetap harus ada prosedur protokol COVID saat proses belajar-mengajar.

"Para santri terutama bagi mereka yang ada pesantren itu, kategori masih hijau. Para santri masuk dengan ketat, dengan protokol kesehatan, dan sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas setempat, dengan Pemda setempat, itulah pernyataan Kiai Ma'ruf yang selama ini pernah diutarakan," kata Masduki.

Jika ada pesantren yang masih belum melakukan kegiatan belajar-mengajar, Masduki menyarankan agar proses tersebut ditunda dulu. Pesantren bisa dibuka kembali saat kondisi pandemi Corona sudah bisa teratasi.

"Kalau ternyata belum masuk, para santri masih libur, sebaiknya itu harus ditahan dulu jangan masuk. Jangan masuk dulu, kalau ditahan itu jadi sangat bagus, supaya menjaga keselamatan bersama," katanya.

Masduki memberi perhatian kepada pesantren yang sudah melaksanakan proses belajar mengajar. Terutama jika terjadi kasus positif di lingkungan pesantren.

"Ketika sudah terjadi kasus ada santri sudah masuk pesantren lalu terkena Corona, ada beberapa pesantren, ada lima Pesantren. Perlu beberapa langkah," kata Masduki

"Santri tertular harus dilakukan karantina sampai proses penyembuhan, koordinasi dengan gugus tugas setempat. Para santri yang lain, harus dites secara masif," ujarnya.

Masduki pun menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan informasi soal klaster Corona di pesantren milik KH Majid Kamil MZ, di Sarang, Rembang.

"Saya salah informasi, salah dapat informasi pesantren di Sarang, Rembang, katanya ada santri yang terkena COVID ternyata saya salah informasi," ucap Masduki.

"Untuk itu saya mohon maaf, baik pada pimpinan pesantren Sarang, maupun alumninya, saya mohon maaf," sambungnya.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengingatkan lagi soal bahaya pandemi virus Corona (COVID-19). Dia meminta agar pendidikan berbasis asrama, termasuk pesantren, berhati-hati.

"Pesan Bapak Presiden terkait dengan kegiatan pendidikan yang berbasis asrama sehingga ini harus menjadi atensi semua. Beberapa hari yang lalu sekolah TNI di Cimahi terdapat kasus positif dengan jumlah yang sangat banyak," kata Doni dalam jumpa pers yang disiarkan langsung di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/7).

Doni menyampaikan keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Jokowi terkait penanganan pandemi COVID-19. Dalam ratas itu, menurut Doni, Presiden juga mengingatkan pesantren agar berhati-hati menyelenggarakan kegiatan pendidikan.

"Ini juga diingatkan kepada semua boarding school, termasuk pesantren, untuk hati-hati, sekali lagi hati-hati dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan berbasis asrama, karena kalau ada satu orang saja yang terpapar maka potensi terpapar yang lain pun sangat tinggi," jelas Doni yang juga menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Tonton video 'Tak Ada Lagi ODP-PDP, Ini Makna Istilah Suspek hingga Probable':

(aik/gbr)