Koperasi Bodong Indosurya Jadi Tersangka Korporasi, Dijerat Pasal TPPU

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 20:09 WIB
Gedung Mabes Polri
Mabes Polri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta ditetapkan sebagai tersangka korporasi dalam kasus dugaan investasi bodong. Selain itu polisi menetapkan seorang lagi sebagai tersangka, yakni JI.

"Tanggal 22 Juni 2020, polisi telah menetapkan JI sebagai tersangka dan KSP Indosurya sendiri sebagai tersangka korporasi," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono, kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2020).

Baik KSP Indosurya maupun JI dikenai pasal perbankan. Kedua subjek hukum ini juga dijerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"JI dijerat telah melanggar Pasal 46 ayat 1 Undang-undang Perbankan, juncto Pasal 55 KUHP, dan Pasal 3 atau 4 atau 5 Undang-undang TPPU. Terhadap KSP Indosurya (dikenakan) Pasal 46 ayat 2 Undang-undang Perbankan, Pasal 3 atau 4 atau 5 Undang-undang TPPU," papar Awi.

Awi menerangkan lebih lanjut, penetapan tersangka JI sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti yang dinilai cukup oleh penyidik. Dalam proses penyelidikan, JI terbukti menjalankan operasional koperasi tanpa hak atau perjanjian terkait pengelolaan KSP Indosurya yang sesuai kaidah koperasi.

"Kemudian JI atas perintah HS (yang sudah ditetapkan sebagai tersangka lebih dulu, red) sejak 2012 hingga 2020 melakukan penghimpunan dana masyarakat secara ilegal dengan menggunakan badan hukum Kospin Indosurya Cipta, dan menerbitkan bilyet simpanan dengan kode CN dan C yang ditandatangani HS," ungkap Awi.

Selanjutnya
Halaman
1 2