Soal Perampingan Lembaga, Moeldoko Singgung Komisi Lanjut Usia-BRG

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 17:17 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko
Moeldoko (Andhika Prasetia/detikcom)

Saat ditanya mengenai kemungkinan OJK yang akan digabung, Moeldoko menjawab hal itu perlu dikomunikasikan dengan parlemen sebab lembaga tersebut berada di bawah undang-undang.

"OJK itu lembaga yang ada di bawah UU. Dasarnya UU. Itu pasti area bermainnya bukan di government pemerintahan, tapi ada di legislatif. Pada dasarnya mungkin semua akan mengkalkulasi bahwa pernyataan presiden itu ada kaitannya dengan penggabungan OJK dengan BI. Menurut kami, pemerintah berpandangan bahwa saat ini kita masing masing fokus pada tugas pokoknya sesuai yang ada dalam perundang-undangan. Kedua, yang paling penting kita fokus pada penyelesaian COVID-19 dengan membangun kolaborasi, sinergi dan rasa yang sama," tutur dia.

Rencana Jokowi membubarkan lembaga dalam waktu dekat disampaikan di Istana Merdeka, Jl Medan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (13/7)..

"Dalam waktu dekat ini ada 18," kata Jokowi. Pernyataan Jokowi ini menjawab pertanyaan soal perampingan lembaga dan komisi.

Jokowi membeberkan alasan di balik niatnya merampingkan 18 lembaga dan komisi. Poin penjelasan Jokowi ialah efisiensi anggaran.

"Semakin ramping organisasi ya cost-nya kan semakin bisa kita kembalikan. Anggaran, biaya. Kalau pun bisa kembalikan ke menteri, kementerian, ke dirjen, direktorat, direktur, kenapa kita harus pakai badan-badan itu lagi, ke komisi-komisi itu lagi," kata Jokowi.

Halaman

(knv/gbr)