Kini, Sembuh dari COVID-19 Tak Harus 2 Kali Negatif Tes PCR

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 14:16 WIB
Menkes Terawan terus memantau kondisi 2 WNI yang positif virus corona. Kondisi kedua orang itu pun dilaporkan cukup baik.
Menkes Terawan Agus Putranto (Grandyos Zafna/detikcom)

Dulu, pada rekomendasi 12 Januari 2020, WHO memang merekomendasikan agar kesembuhan seorang pasien perlu dikonfirmasi lewat dua kali hasil negatif tes RT-PCR dalam kurun waktu 24 jam.

WHO kemudian menyampaikan rekomendasi baru pada 27 Mei 2020. Isinya, seorang pasien bisa diperbolehkan menyudahi masa isolasinya apabila sudah menjalani 10 hari isolasi plus 3 hari tanpa gejala COVID-19. Untuk pasien tanpa gejala, isolasi harus dilakukan selama 10 hari usai mendapat hasil positif COVID-19.

Pendapat pakar

Epidemiolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Riris Andono Ahmad, menjelaskan periode penularan virus Corona secara umum adalah dua hari sebelum gejala hingga 10 hari setelah gejala. Namun, di sisi lain, tes RT-PCR bisa menunjukkan hasil positif hingga lebih dari 1 bulan. Masyarakat tak perlu khawatir dengan hasil positif pasien COVID-19 yang sudah sembuh karena virus yang terdeteksi itu sudah tidak bisa menularkan penyakit.

"Jadi meskipun PCR masih positif setelah hari ke-10, kemungkinan menularnya rendah," kata Riris Andono Ahmad kepada detikcom, Selasa (14/7/2020).

RT-PCR masih mampu mendeteksi bagian tubuh virus Corona, yakni fragmen RNA yang tercecer di dalam tubuh manusia. Namun itu hanya bagian tubuh virus, tidak bisa menularkan penyakit.

Dihubungi terpisah, epidemiolog dari Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani, menilai definisi 'sembuh dari COVID-19' yang termuat dalam Keputusan Menkes Terawan 13 Juli itu sudah sesuai dengan penjelasan WHO. Soal virus yang masih terdeteksi di RT-PCR itu tidak perlu dikhawatirkan.

"Hal ini karena sebetulnya virus ini ada dalam viral load rendah dan sifatnya tidak infectious (tidak aktif menularkan), sehingga dalam kondisi yang dinyatakan membaik oleh DPJP (dokter penanggung jawab pelayanan) dapat dijadikan dasar untuk orang-orang kasus PDP dinyatakan sembuh," kata Laura saat dihubungi terpisah oleh detikcom.

Halaman

(dnu/imk)