Round-Up

Lagi, Artis FTV Terjerat Dugaan Prostitusi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 07:56 WIB
Artis FTV, Hana Hanifah, dibawa ke RS Bhayangkara untuk pengecekan kesehatan dan tes Corona (Datuk Haris/detikcom)
Foto: Artis FTV, Hana Hanifah, dibawa ke RS Bhayangkara untuk pengecekan kesehatan dan tes Corona (Datuk Haris/detikcom)

Namun sore harinya, Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim menangkap Vanessa di sebuah hotel. Vanessa diketahui bersama seorang lelaki yang juga di dalam kamar hotel.

Polisi mengungkap kalau Vanessa Angel pasang tarif Rp 80 juta sekali kencan. Sementara itu, model Avriellia Shaqqila yang turut diamankan saat itu, disebut bertarif Rp 25 juta. "Ini berbeda, dua orang ini berbeda. VA Rp 80 juta. Yang satu Rp 80 juta, dan satunya Rp 25 juta," kata Wadir Reskrimsus Polda Jatim saat itu, AKBP Arman Asmara.

Selain Vanessa, polisi saat itu juga menyebut sejumlah nama selebriti diduga terkait prostitusi. Antara lain, Maulia Lestari, Baby Shu, Fatya Ginanjarsari, Riri Febianti, Aldira Chena dan Tiara Permata Sari. Nama-nama tersebut juga telah memberikan klarifikasi serta bantahan terkait dugaan prostitusi.

Kembali ke Vanessa. Dia kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 27 ayat 1 Undang-undang ITE dan ditahan. Kasus Vanessa berlanjut ke meja hijau. Artis FTV ini kemudian divonis bersalah oleh majelis hakim dan dijatuhi hukuman 5 bulan penjara.

Majelis hakim menyatakan Vanessa terbukti bersalah melanggar pasal 27 ayat (1) juncto pasal 45 ayat (1) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau pasal 296 juncto pasal 55 KUHP.

"Terbukti secara sah dan meyakinkan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan," kata Ketua Majelis Hakim Dwi Purwadi dalam pembacaan vonis kepada Vanessa.

Vanessa kemudian dibebaskan setelah menjalani masa tahanan selama 5 bulan pada 30 Juni 2019. Saat itu, tim kuasa hukum dan kerabat datang menjemput Vanessa di Rutan Klas I Surabaya di Medaeng Sidoarjo. "Terima kasih, alhamdulillah sudah bebas," kata Vanessa.

Selain itu, ada tiga orang muncikari Vanessa Angel juga telah diproses hukum. Ketiganya divonis 5 bulan penjara.

Ketiga orang itu adalah Endang Suhartini alias Siska, Tentri Novanta dan Intan Permatasari Winindiya alias Nindy. Mereka dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat 1 UU RI No 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Mengadili menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. Menjatuhkan pidana penjara selama 5 bulan dan denda Rp 5 juta apabila tidak mampu dapat diganti dengan kurungan 1 bulan," kata Majelis Hakim Dwi Purwadi di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (29/5/2019).

Halaman

(haf/haf)