Mendagri soal Djoko Tjandra Masuk RI Via Jalur Tikus: Tunggu Hasil Investigasi

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 18:37 WIB
Mendagri Tito Karnavian angkat bicara soal lockdown yang akhir-akhir ramai dibicarakan. Apalagi setelah beberapa daerah menerapkan local lockdown. Menurut Tito, bagaimana seharusnya kepala daerah bersikap dan mengambil kebijakan?
Mendagri Tito Karnavian (20detik)
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian enggan berandai-andai soal kemungkinan terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra, masuk Indonesia lewat jalur tikus. Sebab, menurut Tito, hal itu bagian dari investigasi.

"Saya Mendagri, nggak komen itu dululah. Karena itu tanyakan, itu bagian investigasi dari apa, saya nggak mau berandai-andai," kata Tito, di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Tito menyerahkan kemungkinan tersebut dibuktikan lewat investigasi aparat hukum. Dia meminta semua pihak menunggu hasil investigasi tersebut.

"Lebih baik nunggu hasil investigasi dari aparat terkait kepolisian dan kejaksaan, oke," ujar Tito.

Sebelumnya, Fraksi Demokrat dan NasDem DPR RI mengusulkan pembentukan panitia khusus (pansus) terkait kasus Djoko Tjandra. Pansus tersebut diusulkan karena kasus Djoko Tjandra melibatkan banyak instansi.

Dalam kasus ini, terkuak keterlibatan Lurah Grogol Selatan nonaktif, Asep Subahan, dalam pembuatan KTP Djoko Tjandra. Asep dinilai melanggar prosedur dalam penerbitan e-KTP tersebut.

Djoko Tjandra diketahui datang ke Kelurahan Grogol Selatan untuk membuat e-KTP pada 8 Juni 2020. Asep mengaku awalnya tidak tahu bila Djoko Tjandra merupakan terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali. Apa yang dilakukannya semata-mata untuk membantu warga mendapatkan e-KTP.

Pembuatan e-KTP Djoko Tjandra selesai dalam waktu 1 jam 19 menit.

(rfs/aud)