Usut Kematian Editor Metro TV di Ulujami, Polisi Telah Periksa 23 Saksi

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 14:45 WIB
Polda Metro Jaya mengumumkan kabar mengejutkan terkait WN Prancis FAC (65), tersangka kasus pencabulan ratusan anak. FAC meninggal dunia, diduga gantung diri.
Kombes Yusri Yunus (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Polisi terus melakukan upaya penyelidikan terkait kasus tewasnya Yodi Prabowo, seorang editor di Metro TV. Kini, total ada 23 saksi yang telah dimintai keterangan oleh aparat kepolisan.

"Tim khusus yang langsung dipimpin Dirkrimum Polda Metro, kita sudah lakukan olah TKP. Lalu hasil sementara oleh tim penyidik sudah 23 saksi yang telah dilakukan pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Yusri mengungkapkan total 23 kasus yang diperiksa tersebut meliputi pihak keluarga korban dan teman-teman terdekat korban. Dia juga menjelaskan rekan kerja Yodi Prabowo di tempatnya bekerja juga masuk dalam bagian saksi yang diperiksa.

Dia menambahkan hingga kini pihaknya masih terus mendalami tiap temuan barang bukti dan saksi-saksi yang telah didapatkan. Dia menyebut pihaknya saat ini belum bisa menyimpulkan motif kasus ini karena pelaku belum ditangkap.

Lebih lanjut Yusri mengungkap penyebab kematian korban. Yusri menyebutkan korban mengalami luka tusuk di leher dan dada.

"Yang leher ini mengakibatkan robek pada tenggorokan dan ini penyebab matinya korban ya. Termasuk yang di dada ini menembus tulang iga dan paru-paru," ungkap Yusri.

Seperti diketahui, mayat Yodi Prabowo ditemukan di pinggir Tol JORR di ruas Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7). Kala itu polisi juga menemukan sebilah pisau di lokasi penemuan mayat tersebut.

Polisi kemudian melakukan olah TKP sebanyak dua kali demi mendalami kasus tersebut. Pada olah TKP kedua hari Sabtu (11/7), polisi mengerahkan anjing pelacak untuk melacak jejak pelaku pembunuhan Yodi Prabowo di pinggir Tol JORR ruas Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel. Setelah dua kali pelacakan, anjing K9 berhenti di sebuah warung.

Warung tersebut berjarak sekitar 500 meter dari lokasi penemuan mayat Yodi di Jl Ulujami Raya. Pelaku diduga sempat mampir ke warung tersebut.

Direktur Pemberitaan Metro TV Arief Suditomo meminta polisi segera menangkap pelakunya.

"Saya meminta, atas nama Metro TV, kepada pihak kepolisian untuk sesegera mungkin menuntaskan terungkapnya kasus ini agar kita semua bisa lebih tenang untuk pada akhirnya bisa mendapatkan keadilan dari apa yang dialami oleh almarhum Yodi," terang Arief.

(mei/mei)