Bicara Penularan Corona via Udara, Menko PMK Minta Khotbah Jumat Diperpendek

Tim detikcom - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 13:56 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy
Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengungkapkan penyebaran virus Corona bisa melalui mikro droplet yang ada di udara. Muhadjir meminta aktivitas di ruang tertutup dibatasi salah satunya memperpendek khotbah Jumat.

"Karena itu melalui kesempatan itu setiap pertemuan tolong dibatasi terutama tempat pertemuan yang tertutup agar jangan sampai konsentrasi kemungkinan mikro droplet itu tidak keluar dari ruangan. Termasuk khotbah Jumat, di tempat peribadatan lain sebaiknya dipersingkat termasuk bacaan kalau ada bacaan yang panjang kalau bisa segera diperpendek kemungkinan adanya mikro droplet itu," ujar Muhadjir usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Jokowi seperti disiarkan di YouTube Setpres, Senin (13/7/2020).


Muhajir mengatakan mikro droplet yang keluar saat seorang yang positif COVID berbicara, bisa bertahan di udara selama 20 menit. Dia juga mencontohkan risiko penceramah positif COVID-19 jika berbicara di ruang tertutup.

"Berdasarkan penelitian dari ilmuan dari Jepang itu menyampaikan paling minim kemampuan mengapung itu sekitar 20 menit. Jadi kalau misalnya penceramah dia positif, dia ngomong di dalam ruang selama satu jam di ruangan tertutup kita bisa membayangkan berapa juta atau berapa miliar COVID berterbangan dan kemudian semua orang kalau nggak pada pakai masker pada menghisap itu. Dan itulah yang menjadi salah satu mikro droplet yang sudah disampaikan," katanya.

Muhadjir mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakui bahwa penyebaran virus Corona bisa melalui udara. Sehingga dia meminta agar masyarakat mengurangi aktivitas di ruang tertutup.

"Karena itu sekarang WHO sudah mengakui, merekomendasi kemungkinan adanya aerosol, jadi penularan dari partikel-partikel kecil yang berterbangan akibat mikro droplet itu. Tambahan dari protokol kesehatan kita adalah hindari kerumunan dan ruangan tertutup yang ventilasinya tidak cukup baik dan tidak lebih berlama-lama di ruang tertutup itu," tuturnya.

(lir/fjp)