Penumpang KRL Tak Sepadat Biasanya, Bima Arya: Berkat Sinergi yang Baik

Reyhan Diandri - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 13:38 WIB
Bima Arya
Foto: Pemkot Bogor
Jakarta -

Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkapkan faktor terurainya kepadatan di Stasiun Bogor pada Senin pagi tadi, karena adanya sinergi yang baik dari lintas lembaga,yaitu Kementerian Perhubungan, Pemprov DKI Jakarta, PT KAI, PT KCI, Perum PPD, dan Pemkot Bogor.

Alhasil kepadatan penumpang KRL yang terjadi setiap hari Senin mampu diurai, bahkan situasi di Stasiun Bogor sudah bisa terkendali sejak jam 06.00 WIB. Penumpang yang pada Senin sebelumnya harus antre dua jam untuk bisa naik KRL, saat ini hanya membutuhkan waktu 10-20 menit saja.

"Tentu ini berkat karena sinergi yang baik. PT KAI menambah dua jadwal lebih pagi pada jam 03.42 dan 3.55 WIB serta sistem antrean juga sudah lebih baik. Kemudian ada 150 bus yang disiapkan, ada 75 unit dari Kemenhub, 75 unit dari Pemprov DKI Jakarta. Sangat membantu untuk mencairkan penumpang," ujar Bima, dalam keterangan tertulis, Senin (13/7/2020).

Hal itu disampaikan olehnya saat memantau aktivitas penumpang di Stasiun Bogor. Tiba jam 05.15 WIB pagi, Bima Arya langsung melihat alur penumpang yang hendak menaiki bus gratis untuk mengurai kepadatan antrean KRL.

Tampak petugas gabungan dari Dinas Perhubungan Kota Bogor dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengatur sistem keberangkatan penumpang di Jalan Mayor Oking, Bogor Tengah. Disiapkan pula jalur antrean bus dengan lima tujuan keberangkatan, yakni Sudirman, Juanda, Tanah Abang, Manggarai dan Tebet.

Petugas juga memeriksa suhu tubuh dan memberikan hand sanitizer kepada penumpang sebelum menaiki bus. Ada 150 bus yang disiagakan, 10 unit di antaranya berangkat dari titik Pool Damri samping Botani Square. Bus-bus tersebut merupakan bantuan dari Kemenhub melalui Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD) dan Pemprov DKI Jakarta.

"Jam segini (06.30 WIB) kalau minggu lalu sedang penuh-penuhnya, sekarang sudah relatif kosong malah. Kita lihat tadi penumpang saat subuh lebih memilih naik bus. Tapi kita arahkan untuk naik kereta dulu, jika di dalam stasiun sudah mulai padat, ya kita buka antrean di bus untuk mengurainya. Buka tutup gitu," jelasnya.

Bima Arya pun mengimbau warga Bogor untuk wajib menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak. Ia mengingatkan bahwa situasi belum aman dan bahaya COVID-19 masih mengintai setiap saat.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak bahwa hari ini alur penumpang lebih lancar dari sebelumnya. Dirinya mengungkapkan PT KAI tetap akan konsisten menerapkan protokol COVID-19 di lingkungan stasiun dan gerbong KRL.

"Tadi cukup efektif ya. Kita berangkatkan kereta lebih awal jam 03.42 dan 03.55 WIB dari Stasiun Bogor serta dari Cikarang juga kita tambah tiga perjalanan setiap hari. Jadi kita perjalanan kereta ada 968 mulai hari ini. Dengan kondisi physical distancing seperti saat ini masih dibutuhkan bantuan bus karena di dalam gerbong jumlah penumpang masih dibatasi," pungkasnya.

Tonton video 'Bima Arya Ungkap 4 Langkah Picu Antrean Penumpang Lebih Cepat Cair':

(mul/mpr)