Prabowo Jajal Alutsista Dalam Negeri, Jawab Sentilan Jokowi?

Tim detikcom - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 11:00 WIB
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto (Foto: Ashri Fathan/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjajal kendaraan taktis (rantis) yang diberi nama Maung bersama PT PINDAD di Sentul International Circuit. Kegiatan itu diposting Prabowo melalui akun insgramnya usai Preside Joko Widodo (Jokowi) memberikan sentilan kepadanya. Lantas apakah Prabowo sekaligus menjawab sentilan Jokowi?

Juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan kegiatan itu tidak berarti menjawab sentilan Jokowi. Prabowo sejak awal menurutnya memang kerap berkunjung ke industri pertahanan dalam negeri.

"Nggak ah, sejak awal memang Pak Prabowo duduk di kursi menhan yang beliau ajak bicara salah satunya industri pertahanan, karena beliau ingin memperkuat industri pertahanan kita," kata Dahnil kepada wartawan, Senin (13/7/2020)

"Jadi bahkan misalnya orientasi belanja peluru contohnya ya, itu semuanya didorong Pak Menhan agar bisa disediakan oleh industri pertahanan dalam negeri, kalau kemudian BUMN tak bisa mencukupi, bisa didorong misalnya swasta dengan pengawasan ketat bisa memproduksi," lanjutnya.

Dahnil menegaskan orientasi Prabowo sejak awal yakni mengedepankan produk dalam negeri. Untuk itu, jelas Dahnil, Prabowo tengah fokus mendorong industri pertahanan dalam negeri.

Kalau pun ada alutsista yang tidak bisa disediakan, kata Dahnil, Prabowo akan melakukan mekanisme dengan transfer teknologi. Bukan pembelian produk jadi dari luar negeri.

"Jadi sejak beliau sebagai Menhan, beliau fokus di situ mendorong industri pertahanan dalam negeri melalui BUMN, pun kalau kemudian ada produk alutsista yang tidak bisa disediakan dalam negeri beliau pakai mekanisme kedua sesuai dengan UU, yaitu transfer teknologi. Jadi intinya memang itu adalah orientasi Pak Prabowo, ditambah lagi instruksi presiden," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi sempat mengingatkan para menterinya untuk mengerem belanja luar negeri dan sentilan khusus diberikannya ke Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. Enam hari setelahnya, Prabowo memposting foto dengan menjajal alutsista.

Pada 7 Juli 2020, Jokowi mengumpulkan sejumlah menteri dalam rapat terbatas. Jokowi meminta jajarannya bekerja berdasarkan konteks krisis dan tidak seperti dalam keadaan normal biasa. Selain itu, pembelanjaan pemerintah harus mengutamakan produk-produk yang ada di dalam negeri.

"Saya minta semuanya dipercepat, terutama yang anggarannya besar-besar. Ini Kemendikbud ada Rp 70,7 triliun, Kemensos Rp 104,4 triliun, Kemenhan Rp 117,9 triliun, Polri Rp 92,6 triliun, Kementerian Perhubungan Rp 32,7 triliun," kata Jokowi dilansir dari laman Presiden RI, Rabu (8/7).'

Dari banyak menteri yang hadir, Jokowi memberi penekanan khusus untuk Prabowo. "Misalnya di Kemenhan, bisa saja di DI (Dirgantara Indonesia), beli di Pindad, beli di PAL. Yang bayar di sini ya yang, cash, cash, cash. APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), beli produk dalam negeri. Saya kira Pak Menhan juga lebih tahu mengenai ini," tuturnya.

(eva/imk)