Analisis BMKG soal Gempa M 5,4 di Banda Aceh

Tim detikcom - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 09:28 WIB
Lempeng Tektonik Bergoyang Lambat Sebelum Gempa Hebat
Ilustrasi (Foto: DW (SoftNews)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperbarui informasi gempa magnitudo (M) 5,5 di Banda Aceh menjadi 5,4 M. BMKG menyebut gempa tersebut adalah gempa bumi dangkal.

Gempa dilaporkan terjadi Senin (13/7/2020) sekitar pukul 07.58 WIB di Samudera India Pantai Barat Sumatera. Gempa tektonik ini berada pada kedalaman 34 km. Titik koordinat 5,12 LU dan 94,32 BT, tepatnya 120 km arah Barat Daya Kota Banda Aceh.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktifitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault)," kata Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangannya, Senin (13/7/2020).


Gempa ini dirasakan dengan skala III MMI di daerah Banda Aceh III MMI. Artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah, getaran seakan akan truk berlalu.

Sementara di Sabang dan Sigli guncangan gempa dirasakan pada skala II MMI. Di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tuturnya.

Rahmat mengatakan hingga saat ini belum ada aktivitas gempa susulan. Masyarakat diimbau agar tetap tenang.

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," tandasnya.

(lir/fjp)