Kasus Corona DKI Pecah Rekor Lagi, PAN: Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan!

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 08:47 WIB
Oman Rohman Rikanda
Foto: Sekretaris F-PAN DPRD DKI Oman Rahman Rakinda (dok. Pribadi)
Jakarta -

Penambahan kasus baru virus Corona (COVID-19) di DKI Jakarta per 12 Juli kembali mencapai angka tertinggi, yaitu sebanyak 404 kasus. Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta meminta agar pengawasan penerapan protokol kesehatan harus diperketat.

"Pemprov harus meningkatkan pengawasan penerapan protokol kesehatan di semua sektor. Juga meningkatkan edukasi kepada masyarakat untuk dapat menaati protokol kesehatan," kata Sekretaris Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta, Oman Rahman Rakinda, saat dihubungi, Minggu (12/7/2020).

Oman turut menyoroti penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat yang berpotensi terjadi kerumunan, seperti pusat perbelanjaan hingga transportasi umum. Menurutnya, pengawasan di lokasi tersebut juga harus diperketat.

"Pengawasan di pasar-pasar, mal, dan transportasi umum harus diperketat," katanya.

Pelibatan tokoh masyarakat, menurut Oman, juga perlu dilakukan. Selain itu, Oman menilai perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat untuk mengambil peran dalam pencegahan penularan virus Corona.

"Digiatkan kembali pelibatan tokoh masyarakat, RT/RW, tokoh agama, dan para pengelola tempat-tempat usaha. Seluruh masyarakat harus diedukasi untuk ambil peranan aktif dalam upaya pencegahan penyebaran," ujar Oman.

Diketahui, laporan harian kasus baru virus Corona di Jakarta tiga kali pecah rekor dalam satu minggu terakhir. Kasus baru di DKI mencapai 404 kasus pada Minggu (12/7).

"Hari Minggu tanggal 12 Juli 2020, izinkan saya sampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan COVID-19 di Jakarta. Tadi pagi pukul 10.00 WIB, Dinas Kesehatan melaporkan angka kasus baru yang muncul di Jakarta. Dalam seminggu terakhir kita tiga kali mencatat rekor baru penambahan harian. Hari ini adalah yang tertinggi sejak tangani kasus di Jakarta. Ada 404 kasus baru. Tidak boleh dianggap enteng," ucap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam video yang diunggah oleh akun resmi Pemprov DKI Jakarta, seperti dilihat detikcom, Minggu (12/7).

Tonton video 'Pemerintah Ubah Diksi 'New Normal', Zulhas: Ya, Kan Membingungkan!':

(lir/azr)