Ketua MPR Salurkan Bantuan Rp 400 Juta ke Petani & Peternak Milenial

Faidah Umu Safuroh - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 16:09 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menyalurkan bantuan kepada Himpunan Petani dan Peternak Millenial Indonesia (HPPMI). Bantuan diserahkan bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Gerakan Kebangsaan Bangun Solidaritas (GERAK BS), Relawan Empat Pilar MPR RI, Generasi Lintas Budaya, dan kitabisacom.

Bantuan sebesar Rp 400 juta ini berasal dari donasi warga melalui program MPR RI Peduli-Lawan COVID-19. Bantuan ini akan dimanfaatkan para petani milenial untuk mengembangkan berbagai usaha pertanian dan peternakan, sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen pertanian dan peternakan mereka.

"Para milenial yang berani terjun di berbagai usaha pertanian dan peternakan adalah para pahlawan yang akan menjamin kedaulatan pangan Indonesia di masa mendatang. Mereka membawa semangat dan gairah baru dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan nasional. Sehingga bisa melepaskan cengkraman Indonesia dari ketergantungan impor," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Minggu (12/7/2020).

Dalam acara tersebut Bamsoet juga melakukan Sosialisasi Empat Pilar kepada para anggota HPPMI. Mantan Ketua DPR RI ini mendorong produk pertanian hortikultura jamur yang menjadi salah satu andalan HPPMI, bisa terus dikembangkan sehingga menjadi kebanggaan Indonesia untuk menjadi salah satu eksportir besar jamur di dunia.

Kementerian Pertanian mencatat di periode 2018-2019, produksi jamur nasional per tahun rata-rata di kisaran 33 ribu ton. Sedangkan kebutuhan domestik mencapai 48 ribu ton. Itu artinya masih ada selisih sekitar 15 ribu ton per tahun yang belum mampu terpenuhi dari produksi dalam negeri. Menurutnya, ini adalah peluang besar dari para pembudidaya jamur.

"Ditambah dengan hadirnya pandemi COVID-19, menyebabkan kebutuhan masyarakat terhadap makanan sehat seperti jamur pasti akan meningkat. Daripada mengandalkan impor yang hanya menguntungkan importir tanpa membawa efek ekonomi kepada sektor pertanian nasional, lebih baik kebutuhan jamur domestik dipenuhi dari produksi dalam negeri," tuturnya.

Ia menambahkan dengan semakin meningkatnya produktivitas jamur nasional, Indonesia juga bisa membidik pasar ekspor. Pada 2007 silam Indonesia pernah masuk lima besar negara eksportir jamur terbesar dengan volume ekspor mencapai 18.000 ton ke Jerman, Rusia, USA, dan Jepang. Di tahun mendatang setelah mampu memenuhi kebutuhan domestik, peluang ekspor masih terbuka lebar.

"Didukung para milenial yang kreatif dan energik, akan semakin membawa dunia pertanian dan peternakan kita melek teknologi informasi. Kekuatan teknologi informasi inilah yang akan membawa pertanian dan peternakan Indonesia melesat tinggi. Manfaatkan teknologi informasi seperti media sosial untuk mencari informasi pengembangan sekaligus membuka pasar. Sehingga para petani Indonesia bisa berusaha di desa, rezeki kota, dengan bisnis mendunia," pungkasnya.

Turut hadir Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Ichsan Firdaus dan Robert Kardinal; Sekretaris Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Karjono; Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP, Romo Benny Susetyo; Ketua Umum Yayasan Generasi Lintas Budaya, Olivia Zalianty, serta Ketua Umum Gerak BS, Aroem Alzier.

(akn/ega)