Mendes PDTT Ajak Warga Yogyakarta Hidupkan Lagi Desa Wisata

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2020 10:14 WIB
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar
Foto: Dok. Kemendes PDTT
Jakarta -

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengajak masyarakat Yogyakarta menghidupkan kembali desa-desa wisata di daerahnya. Menurutnya, dibukanya kembali destinasi wisata desa untuk umum dalam menyambut kehidupan normal baru akan kembali membawa geliat ekonomi di desa.

"Oleh karena itu, agar kembali menggeliat ekonomi di desa, saya mengajak seluruh masyarakat Yogyakarta di mana pun berada, ayo kita hidupkan kembali desa-desa wisata. Termasuk desa wisata Puri Mataram. Insyaallah, dengan demikian, warga masyarakat yang sebenarnya sudah menunggu karena jenuh. Mudah-mudahan kunjungan kembali normal," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/7/2020).

Hal ini ia sampaikan saat mengunjungi sekaligus membuka kembali Destinasi Wisata Puri Mataram, Desa Tridadi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta kemarin. Dalam kunjungannya, Gus Menteri, sapaan akrab Abdul Halim memaparkan, destinasi wisata Puri Mataram sudah menerapkan protokol desa wisata.

"Jaga jarak sudah kita lihat, tempat cuci tangan sudah ada beserta sabunnya dan rambu-rambu protokol sudah terpasang. Jadi, jangan ragu dan khawatir datang ke Puri Mataram berwisata bersama keluarga," katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam kehidupan normal baru tidak ada pilihan dalam menghadapi pandemi COVID-19 kecuali satu kehidupan normal baru yakni hidup berdampingan dengan COVID-19.

"Terus terang, kegelisahan kita sampai hari ini belum terjawab dengan pasti dan belum ada gambaran sampai kapan yang namanya COVID-19 ada di Indonesia dan mempengaruhi kehidupan normal kita sebelumnya. Jadi, memang tidak ada pilihan selain kehidupan normal baru dengan memperhatikan protokol kesehatan agar masyarakat kembali beraktivitas," ungkapnya.

Abdul Halim mengatakan, Kemendes PDTT juga telah mengeluarkan regulasi terkait tatanan normal baru yang harus dilakukan pemerintah desa.

"Meskipun itu tidak mutlak, karena itu menyesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing. Tetapi, paling tidak dengan keluarnya regulasi baru dari Kemendes PDTT, itu berarti kita sudah melakukan dorongan keras dan masif agar desa-desa wisata kita di Indonesia dan seluruh aktivitas ekonomi di desa digerakkan kembali dengan memperhatikan protokol kesehatan," katanya.

Adapun dari beberapa protokol yang telah disiapkan salah satunya disalurkan untuk desa wisata seperti Desa Wisata Puri Mataram.

"Kita lihat protokol kesehatannya sudah ada. Tempat cuci tangan sudah bagus, saat masuk dilakukan pengecekan suhu. Tinggal nanti, kalau dalam pelaksanaannya sudah banyak yang berkunjung perlu dilakukan pencermatan terkait physical distancing yang tetap harus diterapkan," imbuhnya.

Oleh karena itu, ia kembali meminta agar desa-desa wisata segera dibuka kembali dengan harapan bisa menghidupkan kembali perekonomian di desa.

"Kalau desa wisata sudah menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, silahkan dibuka. Gerakkan warga untuk kembali datang ke desa wisata. Supaya ekonomi kembali menggeliat," pungkasnya.

(prf/ega)