Round-Up

Dugaan Pemukulan Saksi Berujung Kapolsek Percut Sei Tuan Dicopot

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2020 05:29 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Foto: Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)

Arsul juga meminta oknum polisi yang memakai kekerasan dalam menjalankan tugas disanksi tak naik pangkat. Mutasi atau demosi menurut Arsul adalah sanksi dengan kategori biasa-biasa saja.

"Saya, kami di Komisi III, ingin agar ini tidak hanya di proses hukum biasa, atau sekedar dimutasi atau didemosi. Ini juga harus ada tindakan administratifnya juga, misalnya sekian lama yang bersangkutan tidak boleh mendapatkan kenaikan pangkat dan sebagainya," ujar Arsul.

Arsul akan menyuarakan kasus ini hingga ke rapat kerja komisinya dengan Kapolri Jenderal Idham Azis. "Mabes Polri yang jelas. tidak harus Kapolri, kan bisa Irwasum, bisa Kadiv Propam, ini harus menjelaskan. Kami akan tanya rapat kerja pengawasan Komisi III dengan kapolri dan jajarannya," tutur dia.

Informasi mengenai pemukulan oleh oknum polsek tersebut kepada Sarpan viral pada pertengahan pekan ini. Pengunggah postingan mempertanyakan nasib saksi yang lebam usai diperiksa penyidik. Ironisnya, lanjut si pengunggah postingan, justru wajah terduga pelaku 'mulus'.

"Pembunuhan di pasar 9 Tembung leher dicangkol. Saksi mukanya lebam2 (membiru). Kok bisa?? Malah yang diduga tersangka dari awal katanya wajahnya mulus," tulis pengunggah, seperti yang dilihat detikcom pada Rabu (8/7).

Menanggapi hal tersebut Polda Sumut langsung angkat bicara. Melalui Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, disampaikan penyidik Polsek Percut Sei Tuan sudah diproses oleh Bidang Propam Polda Sumut.

"Sudah dalam proses penyelidikan Bid Propam Polda Sumatera Utara. Laporannya diambil alih Polda," ujar Nainggolan.

Kombes Tatan juga menyampaikan laporan dugaan pemukulan oknum polsek itu kepada saksi telah mendapat perhatian dari Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin. Tatan menjamin pihaknya menangani laporan Sarpan secara profesional.

"Kapolda sudah memerintahkan untuk dilakukan penyelidikan tentang dugaan-dugaan tersebut. Pada prinsipnya Polda tetap bertindak profesional, dalam artian apabila dalam proses pelaksanaan tugas ada kesalahan, ada dilakukan penyimpangan tidak sesuai aturannya akan ditindak," terang Tatan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja (Ahmad Arfah-detikcom)Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja (Foto: Ahmad Arfah-detikcom)
Halaman

(aud/aud)