MPR: Disiplin Protokol Kesehatan Harus Jadi Kebiasaan Baru

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 22:48 WIB
Lestari Moerdijat
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengatakan disiplin menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi harus menjadi kebiasaan baru dalam bersosialisasi di tengah masyarakat.

Penegasan Rerie, sapaan akrab Lestari, untuk menjadikan cuci tangan, bermasker dan menjaga jarak sebagai kebiasaan baru dalam bermasyarakat, bercermin dari sejumlah negara yang dihantam gelombang kedua penyebaran COVID-19.

"Tidak peduli sekarang kita tinggal di zona hijau, kuning atau bahkan zona hitam. Kita harus menjalankan protokol kesehatan penanggulangan COVID-19 dengan disiplin. Jadikan cuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak kebiasaan baru di masa pandemi ini," ungkap Rerie dalam keterangannya, Jumat (10/7/2020).


Legislator Partai NasDem itu memberi contoh Korea Selatan, China dan Australia, yang semula dinilai sudah bisa mengendalikan penyebaran Covid-19. Namun, tambahnya, karena pemerintah di sejumlah negara tersebut mulai mengendurkan kebijakan pembatasan sosial yang berdampak pada longgarnya kepatuhan warga menjalankan protokol kesehatan, ancaman puncak penyebaran COVID-19 gelombang kedua pun di depan mata.

"Bahkan, di Australia sampai menerapkan kebijakan isolasi di Melbourne, kota terbesar kedua di Australia, untuk meredam potensi penularan yang meluas. Padahal dengan kebijakan isolasi tersebut, jelas akan berdampak pada sektor ekonomi Australia," ujar Rerie.

Lebih lanjut, Rerie mengaku prihatin dengan laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pada Rabu (8/7) yang mencatat pertambahan tertinggi per hari yaitu 1.853 orang jumlah pasien positif COVID-19.

Apalagi, juru bicara pemerintah yang mengumumkan data tersebut menyebutkan dua kemungkinan penyebab pertambahan tinggi jumlah pasien positif COVID-19, yaitu jumlah tes yang semakin banyak dilakukan pemerintah dan tidak disiplinnya masyarakat dalam menjaga jarak. Kedua penyebab tersebut, menurut Rerie, menunjukkan kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

"Bila disebutkan semakin banyak dilakukan test menyebabkan pertambahan jumlah positif COVID-19 meningkat signifikan, artinya di luar sana masih banyak orang yang terpapar virus COVID-19," imbuhnya.


Menurutnya bagi Indonesia yang saat ini membutuhkan keseimbangan antara penanganan kesehatan dan ekonomi di masa pandemi, disiplin menjalankan protokol kesehatan harus lebih tinggi daripada masyarakat di negara yang perekonomiannya jauh lebih baik. Rerie mengatakan masih banyak yang tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan, akibatnya penyebaran virus COVID-19 pun terus terjadi dan semakin luas lagi.

Di sisi lain, Rerie berharap sambil terus berupaya memperluas testing, pemerintah dan semua lapisan masyarakat harus menjadikan cuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak kebiasaan baru dalam bermasyarakat.

Tujuannya untuk membendung penularan COVID-19 yang meluas. Karena bila terjadi ledakan jumlah pasien positif Covid-19, tambah dia, dampaknya pun akan menjalar ke sektor ekonomi masyarakat.

"Hanya dengan merealisasikan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, kita bisa menjalankan kegiatan ekonomi, sekaligus mengendalikan penyebaran COVID-19," pungkasnya.

(mul/ega)