KPK Cecar Eks Kadiv Pemasaran soal Dugaan Aliran Duit di Kasus Korupsi PT DI

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 21:07 WIB
Penampakan Gedung Baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan
gedung KPK. (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta -

Mantan Kadiv Pemasaran PT Dirgantara Indonesia (DI) periode 2007-2012, Arie Wibowo diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi kegiatan penjualan dan pemasaran di PT DI tahun 2007-2017. Arie dicecar penyidik soal ada dugaan penerimaan duit dari pihak mitra penjualan PT DI.

"Penyidik mendalami keterangan para saksi tersebut mengenai adanya dugaan penerimaan sejumlah uang dengan nominal yang masing-masing berbeda dari pihak mitra penjualan," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (10/7/2020).

Tak hanya Arie, KPK juga memeriksa Kadiv Perbendaharaan PT DI, Dedy Iriandy; Direktut Keuangan periode 2012-2017, Uray Azhari dan Pjs Manajer Sales Operation PT DI Ibnu Bintarto sebagai saksi. Ali menyebut duit yang diterima oleh para saksi diduga diberikan ke pihak-pihak lain di PT DI.

"Selanjutnya uang tersebut diserahkan kepada pihak end user (pemberi kerja dalam hal ini pihak-pihak di PT DI) yang saat ini masih terus akan di dalami lagi oleh penyidik," sebut Ali.

Seperti diketahui, nama Arie Wibowo sempat disebut oleh Ketua KPK Firli Bahuri saat konferensi pers kasus tersebut. Arie disebut sebagai salah satu pihak yang bersama eks Dirut PT DI, Budi Santoso dan Irzal mengadakan rapat membahas kebutuhan dana PT DI (persero) untuk mendapatkan pekerjaan di kementerian lainnya, termasuk biaya entertaiment dan uang rapat-rapat lain.

"Mereka melakukan rapat mengenai kebutuhan dana PT DI (persero) untuk mendapatkan pekerjaan di kementerian lainnya, termasuk biaya entertaintment dan uang rapat-rapat yang nilainya tidak dapat dipertanggungjawabkan melalui bagian keuangan," kata Firli Bahuri saat konpers di gedung KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (12/6).

Selanjutnya
Halaman
1 2